Viral, Scamming Online Bermodus Cinta, Mintai Uang Korban Dengan Iming-iming Kerja Sampingan

AKURAT JAKARTA - Heboh, Kepala BP2MI Benny Ramdhani sebut bos judi dan scamming online di Indonesia tak bisa disentuh hukum.
Otak pelaku judol tersebut diketahui usai BP2MI lakukan penyelidikan terhadap penempatan ilegal ke Kamboja.
Dimana menurut keterangannya banyak WNI yang dipekerjakan dan dijebak untuk praktik judol.
Baca Juga: Siapa Inisial T? Sosok yang Bikin Heboh Karena Disebut Dalang Judi Online Terbesar di Indonesia
"Siapa aktor dari judi online di Kamboja dan siapa aktor dibalik scamming online. Saya cukup menyebut inisialnya T aja yang paling depan. Yang kedua saya gak perlu sebut" jelas Benny.
Sementara itu, masih seputar Inisial T, tersebar rekaman suara dari salah satu WNI yang beberkan sistem kerja sebagai scammer di Kamboja.
Rekaman suara yang diunggah oleh akun media sosial X @dhemit_is_back itu langsung trending di media sosial.
Baca Juga: Setelah Wanda Hara, Isa Zega Akan Dilaporkan ke Kantor Polisi Karena Umroh Tidak Sesuai Kodrat
"Masih ( Inisial T). Berikut rekaman kami saat bicara dengan korban perdagangan manusia yang awalnya kami masuki perangkatnya,akhirnya dia mau jujur semua" tulis akun @dhemit_is_back.
Dalam rekaman berdurasi 11 menit tersebut korban perdagangan manusia asal Indonesia itu menceritakan kegiatan yang mereka jalani sehari-hari sebagai scammer.
"Kerjanya memperjuangkan nyari pasangan. Nah pasangan itu nanti tu kita rayu-rayu" tegas narasumber bernama Bowo.
Baca Juga: Ikut Komentari Wanda Hara, Netizen Senggol Isa Zega: Gak Usah Nimbrung Kamu Juga Sama
Lebih lanjut, dari perkenalannya itu, WNI tersebut mengaku akan mengelabui korban dengan iming-iming perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Kita pura-pura ada perjalanan bisnis ke Macau" katanya.
Baru setelah itu, korban akan diberi link untuk kemudian dibujuk untuk log in dan mendaftar secara online.
"Ngasih link terus kita bilang gini "coba sayang kamu login in, daftar..Setelah dicoba dia (para target korban) disuruh daftar nih. Daftar terus langsung depo 50 juta otomatis di sistem naik 200 juta. Nah itu nanti gak bisa diduitin, kalo dia gak bayar pajak 50% dari dia deposit" tegasnya lagi.
Ia sendiri mengaku dijebak untuk bekerja di Kamboja lantaran passport yang ia miliki ditahan oleh pelaku dan digaji ratusan dolar Amerika.
"Dengan gaji 600 dolar Amerika + bonus kehadiran 200 dolar" sebutnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





