Legislator Golkar Farah Savira Dorong Beasiswa LPDP Versi Jakarta yang Tepat Sasaran dan Wajib Kembali Mengabdi

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menilai program beasiswa mirip LPDP yang digagas Pemprov DKI Jakarta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di ibu kota.
Namun, ia menegaskan bahwa penerapannya harus benar-benar tepat sasaran dan belajar dari polemik LPDP nasional yang tengah ramai diperbincangkan.
"Program LPDP khusus Jakarta ini sangat baik. Kita wajib dukung teman-teman yang ingin melanjutkan studi, baik S1 maupun S2, agar kualitas SDM kita semakin baik," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Ia mengingatkan agar Jakarta tidak mengulang persoalan yang sempat muncul dalam pengelolaan LPDP nasional.
Untuk itu, terdapat beberapa poin yang ia tekankan sebagai prasyarat penting dalam skema beasiswa versi Jakarta tersebut.
Farah menilai prioritas beasiswa perlu diarahkan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di dalam negeri.
Selain mendorong peningkatan kualitas SDM, kebijakan ini juga sekaligus menjadi dukungan terhadap perguruan tinggi nasional.
"Prioritaskan penerima beasiswa yang di dalam negeri. Kita juga perlu meningkatkan kualitas kampus-kampus kita," katanya.
Untuk pembiayaan studi luar negeri, Anggota Komisi E itu menegaskan adanya beberapa faktor yang wajib diperhatikan ketat.
Di antaranya mempertimbangkan latar belakang ekonomi keluarga, rekam jejak prestasi, serta kualitas kompetensi calon penerima.
"Kalau mau beasiswa luar negeri, kita harus lihat apakah keluarganya prasejahtera, bagaimana prestasinya, dan kualitas pendidikan atau skill yang dimilikinya," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan kompetensi, termasuk kemampuan bahasa. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyediakan program persiapan seperti kursus bahasa Inggris atau kelas persiapan lainnya bagi calon penerima.
Farah menegaskan bahwa penerima beasiswa harus diwajibkan kembali dan mengabdi di Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan. Ia menyarankan Pemprov menyiapkan skema penempatan kerja yang jelas.
"Kita fokuskan agar mereka betul-betul bisa kembali lagi ke Jakarta dan mengabdi. Perlu disiapkan tempat khusus di BUMD, dinas, atau lembaga lain untuk penempatan mereka selama lima tahun, atau skema mirip 2N+1 seperti LPDP," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




