Jakarta

Teman Bunuh Teman di Bekasi Gegara Tak Dikasih Pinjam Piring, Begini Kronologi Kejadiannya Menurut Saksi Mata

Sastra Yudha | 12 September 2024, 19:31 WIB
Teman Bunuh Teman di Bekasi Gegara Tak Dikasih Pinjam Piring, Begini Kronologi Kejadiannya Menurut Saksi Mata

AKURAT JAKARTA - Warga Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, dihebohkan dengan kematian seorang pemuda berinisial ADR (24 tahun). Ia diduga tewas karena dianiaya oleh temannya sendiri berinisial F (25 tahun).

Ironisnya, penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang itu, hanya disebabkan karena tidak dipinjamkan piring.

Peristiwa yang bikin heboh tersebut terjadi di Jl Mushola Al-Ikhsan, RT 07/05 Kelurahan Jati kramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Senin (9/9/2024) malam.

Baca Juga: Bawa Balita Ke Tongkrongan, Orang Tua Ini Diam Saja Saat Anaknya Dicekoki Arak Oleh Seorang Pria

Saksi mata bernama Jimilin (19 tahun) mengungkapkan, awal kejadian perkelahian yang menyebabkan korban tewas.

"Awalnya saya nggak ngeh kalau suara ribut-ribut itu berantem. Pas dengar lagi, benar suara orang berantem. Makanya saya langsung keluar, dan melihat almarhum sama pelaku lagi berantem," kata Jamilin.

Jamilin bersama teman-teman pun berusaha melerai pertengkaran tersebut. Selanjutnya, ia meminta pelaku F untuk masuk ke kamarnya.

"Nah, udah habis melerai, pelaku diarahin masuk ke dalam kamar kosan. Dan korban tetap di teras luar," ujarnya

Tidak lama kemudian, F keluar dari kamarnya. Mungkin karena emosi korban ADR belum stabil, sehingga kembali terjadi pertengkaran.

Setelah kembali dilerai, korban ADR pun masuk ke kamarnya. Korban ADR terlihat muntah-muntah.

Saat itu, korban mengaku asam lambungnya naik. Sehingga Jamilin mencarikan obat asam lambung.

"Karena itu saya keluar beli obat asam lambung. Kebetulan di depan rumah itu ada warung. Dikasih sama yang punya warung," ucapnya.

Baca Juga: Marak Fenomena Anggota Dewan Baru Dilantik Langsung Gadaikan SK, Begini Tanggapan Ketua Sementara DPRD DKI Jakarta

Selepas minum obat asam lambung Polysilane, korban ADR meminta Jamilin mengambilkan selimut untuk menutupi sebagian badannya.

"Sempet saya pijitin. Saya pijitin badannya yang sakit karena capek habis berantem," tuturnya.

Setelah itu, korban ADR terlihat sudah tidur. Jamilin pun kembali ke teras depan dan bertemu dengan teman-teman lainnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Jamilin kembali masuk kamar untuk mengecek kondisi ADR. Ia melihat posisi tidur korban tidak seperti biasanya.

"Tiba-tiba posisinya waktu itu, posisi korban, matanya kebuka. Mulutnya udah pucat. Terus gak ada kayak berasa suara ngedengkur," ungkapnya.

Jamilin pun mencoba memeriksa perut dan hidung korban. "Saya lihat perutnya udah gak bernafas. Terus saya cek hidungnya gak berasa ada nafasnya lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Niat Mau Maling, Seorang Pria di Kalimantan Tengah Gagal Total, Tewas Berdiri Karena Leher Terjepit Pintu

Tak hanya Jamilin, teman-teman lainnya juga memeriksa korban untuk memastikan apakah benar sudah meninggal dunia.

"Dicek sama teman yang lebih tua. Beliau bilang benar, korban udah gak ada," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.