Duduk Perkara Demo Pati, Warga Tuntut Bupati Sudewo Mundur

AKURAT JAKARTA - Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu turun ke jalan menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
Aksi demo besar-besaran tersebut merupakan puncak dari kekecewaan publik terhadap serangkaian kebijakan yang dinilai merugikan warga.
Termasuk adanya ketidakpuasan atas beberapa pernyataan Sudewo yang justru dinilai menantang, “50 ribu massa silakan demo.”
Baca Juga: Bupati Pati Tegaskan Tak Akan Mundur, DPRD Langsung Bentuk Pansus Hak Angket
Namun, sumber kemarahan terbesar datang dari kebijakan penyesuaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang nilainya melonjak hingga 250 persen.
Kenaikan ini dianggap memberatkan masyarakat di tengah pemulihan ekonomi yang belum tuntas.
Sudewo beralasan kebijakan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
Ia menyebut pendapatan asli daerah hanya 14 persen dari total APBD, sedangkan belanja pegawai mencapai 47 persen.
“Sisa untuk belanja modal sangat kecil, kami harus bekerja keras meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.
Ia juga membantah seluruh wajib pajak terkena kenaikan 250 persen, melainkan hanya sebagian kecil.
Baca Juga: Daftar Tarif Listrik PLN 17 Agustus 2025, Ada Perubahan?
Namun, penjelasan ini gagal meredam gejolak. Bahkan setelah Sudewo membatalkan kenaikan PBB dan berjanji meninjau ulang kebijakan itu, kepercayaan publik telanjur runtuh.
Deretan Kebijakan Kontroversial Lain
Selain PBB, sejumlah kebijakan lain turut memperkeruh suasana.
- Sistem lima hari sekolah dan regrouping sekolah dinilai mengancam nasib guru honorer karena berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga pengajar.
- Efisiensi RSUD RAA Soewondo memicu kemarahan setelah karyawan honorer lama di-PHK tanpa pesangon, sementara rumah sakit merekrut pegawai baru dengan dalih meningkatkan pelayanan.
Koordinator aksi, Teguh Istyanto, menyebut kebijakan-kebijakan ini menambah panjang daftar kekecewaan warga.
Baca Juga: Geger, Viral Benda Mirip UFO Terbang di Langit Depok, Berwarna Biru Pancarkan Cahaya Putih
“Banyak guru honorer dan karyawan lama kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Adanya tuntutan tersebut akhirnya Mengkristal, dimana warga meminta “Sudewo Mundur” dari jabatannya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




