Jakarta

Densus 88 Temukan 7 Peledak di SMAN 72 Jakarta, Dibawa Pakai 2 Tas, Dari Mana Terduga Pelaku Belajar Bikin Bom?

Sastra Yudha | 11 November 2025, 11:43 WIB
Densus 88 Temukan 7 Peledak di SMAN 72 Jakarta, Dibawa Pakai 2 Tas, Dari Mana Terduga Pelaku Belajar Bikin Bom?

AKURAT JAKARTA - Densus 88 Polri menemukan tujuh peledak di SMAN 72 Jakarta. Namun, hanya empat yang meledak di dua lokasi terpisah, pada Jumat (7/11/2025) lalu.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Densus 88 Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana. "Benar bahwa ditemukan tujuh peledak, yang tiga tidak meledak," kata Mayndra kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Bahan peledak itu kini sudah diamankan polisi. Namun untuk jenis peledak, Mayndra belum mengungkapkan secara detail

Baca Juga: Ahli Hukum Pidana di Sidang MK: Wartawan Layak Dapat Imunitas Terbatas, Karena Bekerja dengan Itikad Baik dan Berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik

"Terkait dengan detailnya, bisa dikonfirmasi kepada otoritas Brimob Gegana atau Polda Metro Jaya," tegasnya.

Densus 88 juga menemukan riwayat terduga pelaku FN kerap mengunjungi komunitas daring yang menampilkan konten kekerasan ekstrem di situs gelap atau dark web.

Mayndra menyebut, situs yang diakses oleh terduga pelaku memuat video atau foto-foto terkait perang, pembunuhan, hingga aksi-aksi sadis lainnya.

"Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya," kata Mayndra.

Namun, Mayndra belum memerinci komunitas daring yang kerap dikunjungi terduga pelaku FN ini. Ia mengatakan, temuan itu saat ini masih dalam pendalaman petugas.

Baca Juga: Memorifest 2025: Festival Musik Skramz Hadir di Surabaya Akhir Pekan Ini, Cek Daftar Penampil dan Harga Tiketnya di Sini!

Terpisah, Polda Metro Jaya menggeledah rumah siswa terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta inisial FN. Sejumlah barang bukti disita polisi dari rumah siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta tersebut.

"Memang ada beberapa barang, buku, dokumen yang disita, diambil, dibawa oleh Puslabfor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Budi mengatakan pihaknya masih meneliti barang bukti tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.

"Apabila itu mendukung dalam suatu peristiwa ledakan di SMA 72, ini akan masuk dalam kriteria barang bukti. Tetapi apabila itu tidak menjadi asupan di dalam proses olah barang bukti, itu mungkin kita abaikan," ujarnya.

Baca Juga: Legislator Golkar Dorong Budidaya Maggot, Sebut Mampu Kurangi Pengiriman 8.000 Ton Sampah Harian

Terduga Pelaku Masih Dirawat di RS Polri Kramat Jati

Budi mengungkapkan, saat ini siswa terduga pelaku inisial FN sudah dipindah dari RS Islam Jakarta ke RS Polri Kramat Jati.

Pemindahan dilakukan untuk mencegah infeksi lantaran pelaku berada bersama beberapa orang di satu ruangan. Selain itu, juga untuk mempermudah pendalaman kasus.

"Di RS Polri kita sudah membentuk tim terpadu. Selain dari penanganan medis, juga psikis. Dan juga guna menghindari infeksi," katanya.

"Kalau di rumah sakit sebelumnya, anak ini ditaruh dalam satu ruangan yang ada beberapa orang. Sehingga untuk mencegah terjadinya infeksi, makannya di RS Polri dalam satu ruangan," kata Kombes Bhudi.

Selain itu, pemindahan dilakukan untuk memudahkan polisi melakukan pendalaman. Jika kondisi pelaku FN sudah membaik, polisi akan melakukan pemeriksaan intensif.

"Selanjutnya memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi. Karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar," ujarnya.

Baca Juga: Dulu Pasti Naik, Kini Gubernur Pramono Bimbang Soal Kenaikan Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000

Lebih lanjut, Kombes Bhudi mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami peledak yang dimiliki pelaku, termasuk mencari kemungkinan pihak yang mengajarinya.

Polisi akan berkoordinasi dengan stakeholder untuk melakukan pemantauan konten sensitif.

"Polri akan mendalami pihak pihak lain apabila ada yang mengajari pembuatan bom termasuk dari media sosial," jelasnya.

Polda Metro Jaya, lanjutnya, akan membangun sinergi dengan Kementerian Komdigi untuk sama-sama melihat konten konten yang tidak layak dikonsumsi anak-anak.

Pelaku Bawa 2 Tas Sebelum Kejadian

Kombes Bhudi juga mengungkap, siswa terduga pelaku diketahui membawa tas jinjing dan tas sekolah di hari insiden ledakan terjadi.

Tas tersebut diduga berisi bahan peledak. "Dilihat dari CCTV, kedatangan anak ini sudah membawa tas sekolah dengan tas yang dijinjing. Itu semua barang-barang berada di dalam situ," katanya.

Kombes Bhudi mengonfirmasi 3 bahan peledak yang belum meledak itu ditemukan di dalam tas jinjing tersebut.

Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Tundukkan Honduras 2-1 di Piala Dunia U-17 2025

"Tapi mungkin ada beberapa sumbu yang tidak terpicu, sehingga barang ini tidak meledak," jelasnya.

Ledakan dahsyat yang terjadi saat sebagian besar siswa dan guru sedang melaksanakan shalat Jumat itu, diketahui menyebabkan 96 orang pelajar alami luka-luka.

"Artinya, dari tujuh bahan peledak tadi yang sudah meledak adalah empat, tersisa tiga yang belum," sambungnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.