72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG, Dinkes DKI Duga Akibat Jeda Distribusi Makanan Terlalu Lama

AKURAT JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menduga 72 siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur disebabkan oleh jeda waktu yang terlalu lama antara makanan selesai dimasak hingga didistribusikan kepada penerima.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa dugaan tersebut merupakan hasil analisis sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium yang masih berlangsung.
"Dari sementara yang kita lihat, kemungkinan ada waktu yang cukup lama jaraknya antara makanan matang disiapkan sampai kemudian didistribusikan," ujar Ani kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, indikasi tersebut terlihat dari pola korban yang sebagian besar mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan pada siang hari.
"Kalau dilihat dari persentase korban, sebagian besar adalah yang masuk siang. Itu analisa sementara," ujarnya.
Meski demikian, Ani menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta investigasi menyeluruh di lapangan.
"Semua tim dari sejak awal sudah turun, sudah mengecek kembali untuk memastikan masalahnya di mana supaya SPPG-nya juga bisa evaluasi dan memperbaiki," katanya.
Dinkes mencatat jumlah korban yang masih menjalani perawatan terus menurun. Dari total 104 orang yang sempat mengakses layanan rumah sakit, kini tersisa 37 pasien yang masih dirawat hingga Rabu pagi.
"Sampai hari ini jam 8 pagi tadi tinggal 37 orang. Yang sebelumnya masih sekitar 60-an," kata Ani.
Ia merinci, pasien tersebut tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain 19 orang di RS Harum, tujuh orang di RS Duren Sawit, enam orang di RS Islam Pondok Kopi, serta masing-masing satu pasien di beberapa rumah sakit lainnya.
Menurut Ani, kondisi para pasien umumnya sudah membaik dan hanya tinggal menjalani masa pemulihan.
"Pada prinsipnya semuanya tinggal pemulihan saja. Kita tunggu sampai stabil, betul-betul dia sehat, sudah tidak panas, tidak muntah lagi, tidak diare, semua keluhannya hilang baru pulang," jelasnya.
Baca Juga: Pantau Layanan KTP di Kecamatan Cisauk, Bupati Tangerang Pastikan Proses Cepat dan Gratis
Ia juga menyebut sebagian besar pasien yang masih dirawat merupakan siswa, sementara pasien dewasa umumnya pulih lebih cepat.
"Kayaknya mungkin yang guru sudah pulang, karena orang dewasa ya lebih cepat," kata Ani.
Terkait evaluasi, Ani menjelaskan Dinkes memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan MBG.
Menurutnya, seluruh penjamah makanan di SPPG sebenarnya telah mendapatkan pelatihan serta memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) tetap harus dijaga setiap hari.
"Semua penjamah makanan sudah dilatih. Tapi kemudian memang setiap hari harus dipastikan bahwa prosesnya tetap berjalan dengan baik," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






