Bayang-bayang Ancaman Blokade AS Bikin Ekspor Minyak Iran Lumpuh? Analis Peringatkan Krisis Inflasi di Teheran

AKURAT JAKARTA - Di tengah ketidakpastian gencatan senjata, Amerika Serikat kini beralih ke strategi tekanan ekonomi ekstrem melalui blokade pelabuhan.
Langkah militer ini dinilai sebagai upaya terukur Washington untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan dengan cara melumpuhkan urat nadi perekonomian.
Berdasarkan analisis dari Foundation for Defense of Democracies (FDD), blokade yang didukung oleh armada kapal perang, pesawat tempur, dan personel darat AS ini diprediksi akan berdampak instan.
Peneliti senior FDD, Miad Maleki, menyebutkan bahwa Iran berada dalam posisi sangat rentan karena lebih dari 90% total perdagangan tahunannya yang bernilai 109,7 miliar USD bergantung pada akses melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Dunia Cemas! Iran Siap Beri Kejutan Baru untuk Hadapi Blokade AS
"Blokade ini dapat menghentikan ekspor minyak secara total dan memicu inflasi serta tekanan mata uang hanya dalam hitungan hari," ungkap laporan tersebut.
Tanpa akses ke pasar laut, Iran diperkirakan harus menghentikan produksi minyaknya dalam hitungan minggu karena keterbatasan ruang penyimpanan.
Melampaui Efek Serangan Udara
Sementara itu, mantan Komandan Tertinggi NATO, Laksamana Purnawirawan James Stavridis, menilai langkah ini lebih efektif daripada sekadar serangan udara.
"Secara militer, mereka (Iran) sudah dipukul keras, namun ekonomi mereka belum benar-benar tercekik. Itulah mengapa mereka merasa masih punya 'kartu' untuk dimainkan," ujar Stavridis melansir CNN Politics.
Blokade ini dianggap sebagai upaya untuk menutup celah tersebut.
Baca Juga: AS-Iran Memanas, Pasokan Energi Dunia Jadi Taruhan
Risiko Eskalasi dan Efek Domino Global
Namun, strategi ini bukan tanpa risiko.
Analis memperingatkan beberapa skenario balasan dari pihak Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 6Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






