Jakarta

Horor! Tim Penyelam Tembus Kamar KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam di Laut Jawa, Temukan Banyak Jasad Terjebak Dalam Kapal

M Rahman Akurat | 23 September 2026, 10:57 WIB
Horor! Tim Penyelam Tembus Kamar KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam di Laut Jawa, Temukan Banyak Jasad Terjebak Dalam Kapal
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport yang tenggelam di Laut Jawa. - (Antara)

AKURAT JAKARTA — Operasi SAR kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki babak baru pada hari ke-10, Selasa (22/9/2026).

Tim penyelam gabungan dilaporkan berhasil menembus akses masuk ke sejumlah kamar penumpang dan menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam bangkai kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa tim terpaksa memecahkan kaca jendela kapal untuk membuka akses evakuasi.

Setelah kaca dipecahkan, terlihat jelas banyak penumpang yang tidak sempat menyelamatkan diri dan terjebak di dalam ruangan kapal.

Baca Juga: LRT, MRT, dan Busway Bakal Terintegrasi, Danantara Siap Danai Proyek Transportasi Massal Jakarta

Kendala Evakuasi: Jasad Korban Terjepit

Putu mengungkapkan bahwa proses pengangkatan jenazah dari dalam kamar kapal menghadapi kendala teknis yang cukup berat.

Beberapa jasad korban diketahui dalam posisi terjepit material kapal sehingga tidak bisa dievakuasi dengan metode penarikan biasa.

"Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu," ujar Putu dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Selasa (22/9/2026) malam.

Baca Juga: Kepedulian Nyata! Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Bantuan Optimal untuk Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa

Tiga Korban Berhasil Dievakuasi Selasa Pagi

Sebelum visualisasi area dalam kamar ditemukan lebih banyak, tim penyelam gabungan telah berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi.

Tim gabungan yang terlibat dalam aksi berisiko ini terdiri dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska TNI AL, Pangkoarmada II TNI AL, dan PT Jasalindo.

Namun, operasi terpaksa dihentikan pada sore hari menjelang malam akibat faktor alam. Jarak pandang di bawah air menurun drastis karena air laut yang mulai keruh dipicu oleh arus bawah laut yang semakin kencang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.