Jakarta

Blak-blakan Cerita Wanita Pemeran Film Dewasa, Syuting Saat Bulan Puasa

Ainun Kusumaningrum | 26 September 2023, 08:27 WIB
Blak-blakan Cerita Wanita Pemeran Film Dewasa, Syuting Saat Bulan Puasa

AKURAT JAKARTA - Pemeran wanita film dewasa Siskaeee blak-blakan tentang kasusnya yang menjadi sorotan publik.

Selebgram Siskaeee usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berstatus sebagai saksi.

Pemilik nama Fransiska Candra Novitasari itu mengatakan, bayaran yang diterima dari rumah produksi film porno di Jakarta Selatan untuk satu film.

Baca Juga: Periksa Pemeran Film Dewasa, Polisi Hadirkan 6 Ahli Bidang ITE, Pidana dan Pornografi

"Siska dibayar Rp10 juta untuk satu film (Keramat Tunggak)," katanya dikutip dari PMJ.

Siskaeee menjelaskan bahwa pembayaran yang diterimanya itu belum termasuk konsumsi dan juga tempat penginapan serta transportasi dalam melakoni proses syuting tersebut.

"Soal fee Rp10 juta dari mereka tidak menanggung makan, hotel dan tiket pulang pergi Siska dari Jogja-Jakarta untuk pembuatan film itu," jelas dia.

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Jakarta, Selasa 26 September 2023

Film Keramat Tunggak yang diperankan oleh Siskaeee itu bercerita tentang seorang wanita tuna susila (WTS) yang ingin bertaubat.

Namun dalam perjalanannya menghadapi banyak kendala dalam proses perjalanan taubatnya itu.

Dalam film Keramat Tunggak yang dibintanginya, Siskaeee mengakui bahwa ada beberapa adegan yang tak sesuai dengan naskah.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Bawen Semarang, Polisi Tetapkan AR Sebagai Tersangka

"Kalau merasa dijebak (sih) tidak, tapi merasa dipaksa sebetulnya kita mengikuti script dan naskah," jelas pemilik nama Fransiska Candra Novitasari itu.

"Tapi saat syuting dipaksa untuk melakukan adegan yang tidak ada di naskah dan script," tambah Siskaeee.

Dia menjelaskan bahwa proses syuting film dewasa itu dilakukan pada saat bulan Ramadan 2023.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.