Remas Bokong Mahasiswi UI yang Lari Pagi, Siswa SMP Ditangkap, Namun Berakhir Damai

AKURAT JAKARTA - Peristiwa tak senonoh menimpa seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI).
Mahasiswi UI inisial F (16) ini menjadi korban pelecehan seksual saat lari pagi di sekitar Danau Kenanga kawasan Kampus UI Depok.
Mirisnya, pelaku pelecehan seksual tersebut bocah inisial M (14) yang masih duduk di bangku SMP.
Peristiwa tak mengenakkan itu terjadi pada Rabu (27/9/2023) pagi sekitar pukul 06.00 WIB
Korban sempat curiga, karena merasa ada yang mengikuti. Korban pun mempercepat lari. Namun secara tiba-tiba, pelaku meremas bokong korban.
Baca Juga: Meski Rasanya Asam, Ini Sederet Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan
Mendapat pelecehan seksual, korban pun teriak. Sehingga warga dan Satpam UI yang ada di sekitar lokasi, segera mendatangi korban.
Setelah mendapat keterangan dari korban, pelaku langsung ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.
Kepala Unit PPA Polres Metro Depok, Iptu Nur Hayati, mengatakan bahwa saat kejadian korban sedang lari pagi. Padahal, saat itu area danau sedang ramai. Banyak warga lain yang juga olahraga.
“Jadi pas korban ini lagi lari pagi, si anak ini (pelaku) melintas. Dia (korban) awalnya merasa kaya ada yang mau nyopet HP. Akhirnya diamankanlah HP ke depan,” katanya
Namun saat korban bergeser ke trotoar arah Balairung, tiba-tiba dari belakang tangan pelaku langsung memegang bagian bokong korban.
Baca Juga: Mengenang Gareng, Legenda Sepak Bola Indonesia, Pemain Muda Yang Masuk Tim Senior Persija
Nur mengatakan, pelaku adalah pelajar kelas 8 SMP di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Pelaku mengaku sudah dua hari tidak masuk sekolah.
“Alasannya mau mancing. Biasanya dia di bawah pengawasan ibunya. Nah kali ini kabur, alasannya mau ke rumah saudara di Margonda,” ungkapnya.
Pelaku membantah melakukan pelecehan terhadap mahasiswi UI tersebut. Pelaku berkelit kalau dia tidak sengaja dan hampir jatuh sehingga menyentuh bagian belakang korban.
“Nah pas pelaku megang bokong, si korban teriak minta tolong. Akhirnya pelaku diamankan oleh pihak security kampus,” bebernya.
Baca Juga: Tetap Produktif, Ini 10 Tips Olahraga Nyaman dan Aman Saat Kualitas Udara Buruk
Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. “Sekarang sudah damai. Dari awal korban minta di mediasi, intinya minta pembelajaran agar tidak terulang lagi dan diberikan sanksi dari pihak sekolah,” pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



