Jakarta

Karyawan PT Chang Shin Meninggal Diduga Usai Operasi Jari, Malpraktik atau Kelalaian RSU Fikri Medika?

Zainal Abidin | 24 April 2025, 11:45 WIB
Karyawan PT Chang Shin Meninggal Diduga Usai Operasi Jari, Malpraktik atau Kelalaian RSU Fikri Medika?

AKURAT JAKARTA - Kasus meninggalnya seorang karyawan PT Chang Shin di Karawang usai menjalani operasi jari tangan kini tengah menjadi sorotan publik.

Nama Kintan Juniasari, karyawan pabrik tersebut, menjadi perbincangan setelah dikabarkan meninggal dunia secara tidak wajar di Rumah Sakit Umum (RSU) Fikri Medika Karawang.

Tragedi ini mencuat setelah publik menyoroti dugaan malpraktik yang dilakukan pihak rumah sakit tempat Kintan dirawat.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Gender Meningkat, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah Ajak Fatayat NU Tingkatkan Pencegahan

Dalam unggahan di platform X oleh akun @Heraloebss pada Kamis, 24 April 2025, disebutkan bahwa rumah sakit yang menangani korban diduga telah melakukan kesalahan penanganan medis.

“Diduga salah penanganan, pekerja yang kecelakaan kerja meninggal setelah operasi di sebuah RS Karawang,” tulis unggahan tersebut yang langsung menyita perhatian warganet.

Spekulasi pun bermunculan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di ruang operasi RSU Fikri Medika.

Baca Juga: Dilepas Bupati Maesyal Rasyid, 64 Orang Kafilah Kabupaten Tangerang Siap Berjuang Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Banten

Sejumlah netizen bahkan turut menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kasus dugaan malpraktik ini.

Salah satu komentar berbunyi, “Ternyata msh banyak terjadi malpraktik di Indonesia. Dokter anestesinya periksa. salah kasih obat itu,” ujar @PetugasDumay, yang diamini oleh warganet lain seperti @BruhGusGus.

Diketahui, insiden ini berawal ketika Kintan mengalami kecelakaan kerja di pabrik tempatnya bekerja, menyebabkan salah satu jarinya patah akibat terjepit mesin produksi.

Baca Juga: Dibuka Presiden Prabowo Secara Virtual, Gerakan Tanam Padi Serentak di Banten Dipusatkan di Desa Rancalabuh, Bupati Maesyal: 4 Bulan Lagi Kita Panen

Ia kemudian dilarikan ke RSU Fikri Medika pada Selasa, 22 April 2025, untuk menjalani operasi ringan.

Namun nahas, Kintan justru mengalami kondisi memburuk usai mendapat suntikan anestesi, mulai dari mual, muntah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga korban pun merasa ada kejanggalan atas kematian tersebut.

Baca Juga: Lantik Pengurus Wilayah, Fahira Idris Tegaskan Garis Perjuangan Bang Japar Berbuat dan Bermanfaat

Terlebih, mereka hanya menerima surat keterangan dari rumah sakit tanpa disertai penjelasan medis yang rinci mengenai penyebab kematian.

Hal ini memicu dugaan kuat bahwa telah terjadi kelalaian dalam prosedur medis yang dijalankan.

Saat ini, kasus Kintan Juniasari masih menjadi bahan perbincangan publik luas.

Baca Juga: Hamzah Sulaiman, Sosok di Balik House of Raminten Tutup Usia di Usia 75 Tahun, Warga Yogyakarta Berduka

Banyak pihak mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap RSU Fikri Medika guna mengungkap kebenaran di balik kematian tragis ini.

Sementara itu, keluarga korban terus menanti keadilan atas peristiwa yang menimpa Kintan, sembari berharap tidak ada lagi insiden serupa di dunia tenaga kerja dan medis Indonesia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.