Jakarta

Bukti Toleransi Beragama di Kabupaten Tangerang Tinggi, Bupati Maesyal Resmikan Rumah Ibadah Khonghucu di Panongan

Sastra Yudha | 28 April 2025, 08:45 WIB
Bukti Toleransi Beragama di Kabupaten Tangerang Tinggi, Bupati Maesyal Resmikan Rumah Ibadah Khonghucu di Panongan

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, meresmikan Rumah Ibadah Khonghucu Kwan Kong Bio Lithang Bukit Ni Makin Ciapus, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (27/4/2025).

Peresmian rumah ibadah bagi umat Khonghucu ini membuktikan bahwa toleransi beragama di Kabupaten Tangerang berlangsung sangat baik.

Hal ini mengingat warga Kabupaten Tangerang terdiri dari multi etnis, suku dan agama. Namun mereka hidup rukun dan damai. Menjaga harmoni dan saling menghormati.

Baca Juga: Liverpool Resmi Juara Liga Inggris 2025! Salah Pecahkan Rekor

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Ibadah Khonghucu Kwan Kong Bio Lithang Bukit Ni Makin Ciapus.

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menegaskan pentingnya menjaga harmoni, saling menghormati, dan toleransi antarumat beragama, etnis, dan suku di Kabupaten Tangerang.

"Pemerintah hadir memastikan semua umat beragama dapat melaksanakan ibadahnya dengan aman dan damai. Jangan ada batasan dalam hubungan kemanusiaan," tegasnya.

Mantan Sekda Kabupaten Tangerang ini menambahkan, pemerintah daerah mendukung pembangunan rumah ibadah apa pun agamanya, sepanjang sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kami pemerintah tidak melarang dan tidak membatasi keyakinan dan agama apa pun di Kabupaten Tangerang untuk mendirikan rumah ibadah, selagi prosesnya ditempuh dengan benar dan sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku," tegasnya.

Regulasi yang dimaksud salah satunya adalah terkait peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri

"Kami izinkan untuk mendirikan rumah ibadah, sepanjang semua sudah ditempuh dan telah sesuai," tegasnya.

Baca Juga: Rumah Kontrakan Terbakar, Balita 4 Tahun Tewas Diduga Terkunci di Dalam Kamar

Bupati Maesyal berharap, rumah ibadah Kwan Kong Bio tidak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja, namun juga menjadi tempat aktivitas sosial yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat.

"Kita ingin rumah ibadah ini menjadi pusat kegiatan yang memperkuat rasa kebersamaan. Ini prinsip kita dalam membangun toleransi di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Acara peresmian rumah ibadah Kwan Kong Bio juga dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Xs. Budi Santoso Tanuwibowo.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kebanggaannya atas semangat gotong-royong para pemuda Konghucu yang telah membangun tempat ibadah tersebut.

"Lintang ini dibangun berkat inisiatif dan kerja keras pemuda-pemudi Konghucu. Tempat ini diharapkan tidak hanya untuk sembahyang, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kegiatan sosial," ujar Budi Santoso.

Ia juga mengingatkan bahwa sosok Kwan Kong, yang menjadi inspirasi nama rumah ibadah ini dihormati karena loyalitas, kejujuran, dan patriotisme, bukan hanya karena kehebatannya di medan perang.

"Rumah ibadah ini hendaknya menjadi simbol kebajikan, kejujuran, dan pengabdian kepada sesama," pesannya.

Baca Juga: Bisa Masak Sendiri di Rumah! Berikut Resep Gulai Kepala Ikan Kakap Khas Rumah Makan Padang, Rasanya Gurih dan Nikmat Dijamin Bikin Ketagihan

Selain itu, Budi Santoso juga mengapresiasi pemerintah atas segala upayanya dalam memulihkan hak-hak umat Khonghucu di Indonesia, termasuk dalam pengakuan identitas di KTP.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Kaban Kesbangpol, FKUB, Kemenag, Sekcam unsur Muspika, tokoh masyarakat, donatur, serta warga sekitar.

Semangat toleransi dan kebersamaan begitu terasa dalam acara ini, menegaskan komitmen Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang menjunjung tinggi sikap toleransi beragama. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.