Jakarta

Tutup Training Akbar Nasional, Bupati Tangerang Harap Kader HMI Jadi Figur Teladan dan Membawa Perubahan bagi Masyarakat

Sastra Yudha | 17 Desember 2025, 11:39 WIB
Tutup Training Akbar Nasional, Bupati Tangerang Harap Kader HMI Jadi Figur Teladan dan Membawa Perubahan bagi Masyarakat

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menutup kegiatan Training Akbar Nasional yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya.

Penutupan Training Akbar yang berlangsung selama 13 hari ini, digelar di Gedung Dharma Wanita, Jl. Kisamaun, Kota Tangerang, pada Selasa (16/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal berpesan kepada para kader HMI hendaknya menjadi figur tuntunan dan membawa perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Bupati Tangerang Minta Camat hingga Ketua RT/RW Validitas Data Balita Kurang Gizi, Upaya Pencegahan Stunting

"Kami berharap kader-kader HMI ini bisa memberikan contoh, suri teladan dan tuntunan di manapun berada," ujar pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Bupati Maesyal menegaskan, kader HMI harus bisa membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat. Kader HMI harus bisa memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah masing-masing.

Bupati Maesyal Rasyid juga berharap, kegiatan Training Akbar HMI tersebut bisa menghasilkan rumusan yang bukan hanya untuk memperkuat kebaradaan HMI dan seluruh kadernya, namun juga bermanfaat bagi masyarakat.

"Hasil rumusan pada training akbar ini, tolong juga nanti diestafetkan kepada kader-kader yang lain dan dipedomani Bersama," harapnya.

Dengan Training Akbar Nasional yang berlangsung selama 13 hari ini, kader HMI diharapkan semakin meneguhkan konstruksi epistemologis dan kesadaran ideologis sebagai basis transformasi sosial di masyarakat.

Baca Juga: Singkirkan Rizky Ridho hingga Lamine Yamal, Pemain Klub Argentina Ini Raih FIFA Puskas Award 2025 Berkat Gol Salto yang Luar Biasa

Bupati juga memberikan pesan kepada seluruh kader HMI tidak melupakan dan meninggalkan studinya, agar terus mampu mengembangkan diri menjadi kader pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh dan berdaya bersaing tinggi.

"Saya titip kepada teman-teman, masuk di organisasi kemahasiswaan itu sebagai pendorong menambah kompetensi dan menambah wawasan. Tapi tujuan utamanya supaya teman-teman semua bisa sekolah, semangat belajar dan cepat mendapatkan predikat sarjana," pungkasnya.

Sementara Ketua HMI Cabang Tangerang Raya, Aji Mustajar, mengatakan bahwa Training Akbar tersebut bukan sekadar forum penguatan kapasitas, melainkan proses pematangan ideologis.

"Pada fase ini, HMI bukan hanya mencetak para aktivis, tapi pada fase ini HMI membutuhkan pemimpin perubahan. Pemimpin yang mampu membaca realitas, pemimpin yang mampu memperkuat strategi, dan pemimpin yang menjadi pelopor perubahan," ungkap Aji.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan proses akhir dari perkaderan ataupun puncak perkaderan. Tapi awal memikul tanggung jawab besar untuk menjaga marwah organisasi, kaderisasi, dan tanggung jawab sebagai penopang ideologis bagi kader-kader di bawahnya.

Baca Juga: Ancaman Bibit Siklon Tropis! BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

"Saya berharap kader-kader yang mengikuti proses Training Akbar Nasional ini mampu menjadi kader yang berintegritas, berilmu, serta keberpihakan kepada umat dan bangsa," ujarnya.

Hal tersebut sebagaimana cita-cita luhur Himpunan Mahasiswa Islam, yaitu mampu menghadirkan solusi dan menyajikan kontekstual yang berkelanjutan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.