Jakarta

Semeru Erupsi Beruntun, Masyarakat Diminta Jauhi Radius Bahaya Besuk Kobokan

Ainun Kusumaningrum | 3 Januari 2026, 10:33 WIB
Semeru Erupsi Beruntun, Masyarakat Diminta Jauhi Radius Bahaya Besuk Kobokan

AKURAT JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat secara signifikan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi terus-menerus sepanjang Jumat (2/1/2026).

Hingga malam hari, tercatat Semeru telah meletus sebanyak 15 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 1 kilometer di atas puncak.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, aktivitas erupsi terjadi secara sporadis mulai pukul 05.46 WIB hingga puncaknya terpantau kembali pada pukul 20.14 WIB.

Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Sabtu: Galeri24 Stabil Tiga Hari, UBS Turun Tipis

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung," ujar Petugas Pos Pengamatan, Liswanto, dalam laporan resminya.

Rekomendasi Zona Merah Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Waspada Lontaran Batu dan Lahar Dingin PVMBG juga menetapkan radius aman lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Area ini dinyatakan steril dari aktivitas manusia karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain ancaman langsung dari erupsi, otoritas terkait mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa lahar dingin.

"Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," jelas Liswanto.

Pemerintah daerah dan relawan kebencanaan di Lumajang kini dalam kondisi siaga penuh untuk memantau pergerakan warga dan memastikan instruksi zona bahaya dipatuhi.

Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.