Jakarta

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Pemkab Tangerang Luncurkan Operasional 132 Mobil Siaga Desa, Ini Amanat Bupati Maesyal

Sastra Yudha | 20 Januari 2026, 08:14 WIB
Peringati Hari Desa Nasional 2026, Pemkab Tangerang Luncurkan Operasional 132 Mobil Siaga Desa, Ini Amanat Bupati Maesyal

AKURAT JAKARTA - Upacara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 tingkat Kabupaten Tangerang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, pada Senin (19/1/2026).

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini dirangkai dengan Apel Hari Kesadaran Nasional, dan dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tangerang juga meluncurkan operasional 132 Mobil Siaga Desa, yang siap melayani kepentingan darurat masyarakat, seperti akses ke Puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam.

Baca Juga: 6 Kopi Indonesia yang Mengharumkan Nama Bangsa di Kancah Kopi Dunia

“Mobil Siaga Desa ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya layanan kesehatan dan kedaruratan," kata Bupati Maesyal.

Saat ini, tersedia 132 unit Mobil Siaga Desa yang siap dioperasikan. Tahun 2026 ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh 246 desa di Kabupaten Tangerang.

"Ke depan, kita targetkan seluruh desa memiliki fasilitas Mobil Siaga Desa ini,” jelas Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Upacara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang, 246 kepala desa, serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat peran desa sebagai pilar utama pembangunan daerah dan bangsa.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

Baca Juga: Bupati Tangerang dan Gubernur Banten Ngariung Bersama Warga Usai Resmikan Jalan Desa 1,3 Kilometer di Kecamatan Sindang Jaya

Desa merupakan tempat lahirnya nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian, sekaligus ruang tumbuhnya potensi sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan utama bangsa.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini mengusung tema: “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”.

Tema tersebut menurut Bupati Maesyal mengandung pesan filosofis dan strategis yang menegaskan bahwa denyut nadi perekonomian, stabilitas sosial, dan ketahanan pangan nasional bermula dari desa.

“Jika desanya kuat, maka kuatlah Indonesia. Jika desanya mandiri, maka jayalah Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama,” tandas Bupati Maesyal.

Ia menyebut bahwa penetapan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat tekad dan komitmen bersama dalam membangun desa.

Baca Juga: Lagi Hits di Coffee Shop, Apa Itu Mont Blanc dan Dirty Latte?

“Peringatan Hari Desa Nasional ini adalah pengingat bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa," tegasnya.

Bupati mendorong peningkatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, agar desa-desa di Kabupaten Tangerang semakin maju dan mampu menjadi desa terdepan di Indonesia.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan desa di Kabupaten Tangerang untuk berani melakukan lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan desa.

Tidak lagi terpaku pada pola pikir administratif semata, melainkan menuju pengelolaan desa yang berbasis digital, transparan, dan berkelanjutan memasuki tahun 2026

“Transformasi digital desa atau Smart Village bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Seluruh desa harus mengoptimalkan pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat mudah mengakses layanan tanpa birokrasi yang berbelit,” ungkapnya.

Selain transformasi digital, Bupati Maesyal juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Ekstrem, Pemprov DKI Geser Anggaran BTT untuk Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

Untuk itu, ia terus mendorong optimalisasi peran BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan produk unggulan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Tangerang memiliki potensi agrikultur dan industri kreatif yang luar biasa. BUMDes dan koperasi desa harus menjadi penggerak ekonomi agar produk desa mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Bupati Maesyal Rasyid juga menegaskan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dan berintegritas.

Menurutnya, selain penyediaan fasilitas, transparansi dan tata kelola keuangan desa yang tertib harus terus dijaga melalui pengawasan dan pembinaan rutin dari pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten.

“Dana Desa adalah amanat rakyat. Setiap rupiah harus dikelola secara transparan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik melalui pembangunan SDM, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga: Fraksi Golkar: RPIP Harus Jadi Instrumen Strategis Jakarta Menuju Kota Global

Menutup amanatnya, Bupati Maesyal mengajak seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk terus berinovasi, mendengarkan aspirasi warga, serta menjadi pemimpin yang melayani.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk terus mendampingi dan memberikan apresiasi bagi desa-desa yang berprestasi.

“Kita ingin desa-desa di Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi penyangga perkotaan, tetapi tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.