Jakarta

Pemkab Tangerang Gelar Rakor Pengendalian Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan 2026, Gerakan Pangan Murah Jadi Bahasan Utama

Sastra Yudha | 22 Januari 2026, 17:08 WIB
Pemkab Tangerang Gelar Rakor Pengendalian Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan 2026, Gerakan Pangan Murah Jadi Bahasan Utama

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Harga Bahan Pokok menjelang bulan Ramadhan 2026.

Rakor yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, tersebut digelar di Ruang Rapat Wareng Kantor Bupati Tangerang, pada Kamis (22/1/2026).

Salah satu bahasan utama dalam Rakor tersebut adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Tangerang selama tahun 2026.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketum Partai Gerakan Rakyat, Loyalis Anies Baswedan ini Mundur dari Komisaris Jakpro

Wabup Intan menegaskan bahwa pelaksanaan GPM tahun 2026 harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Komoditi yang ditawarkan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar, dengan subsidi harga sekitar Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per paket.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Wabup Intan juga berpesan agar isi paket GPM jangan dibakukan. Tapi, harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar saat itu.

"Kalau telur dan ayam yang lagi mahal, itu yang harus kita hadirkan di Gerakan Pangan Murah,” tegas Wabup Intan Nurul.

Baca Juga: Hati-Hati! BPBD Catat 12 RT dan 17 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir Akibat Hujan Deras Siang Ini, Berikut Titik Lokasinya

Ditegaskan Wabup Intan, ketepatan sasaran penerima manfaat GPM itu sangat penting. Untuk itu, dia meminta para camat untuk melakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Tujuannya, agar subsidi pangan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah pesisir utara (Pantura), seperti Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru.

Selain itu, Wabup Intan juga meminta kepada OPD terkait, agar terus mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program GPM.

“Segera lakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem, mereka adalah prioritas utama penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Wabup Intan, wilayah Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, yang dapat diberdayakan untuk mendukung GPM sekaligus menekan harga di pasaran.

Peternakan ayam pedaging dan petelur itu, ungkap Wabup Intan, berada di wilayah Kecamatan Kresek dan Gunung Kaler.

Baca Juga: Prediksi Skor Sporting Braga vs Nottingham Forest di UEL, 23 Januari 2026: Adu Efektivitas di Municipal de Braga

Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sangat berdampak pada sektor pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis.

“Faktor cuaca ini juga harus kita perhitungkan bersama, karena dampaknya bisa memicu kenaikan harga. Seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang," ungkapnya.

Untuk itu, Wabup meminta semua pihak terkait untuk terus memonitoring kenaikan dan ketersediaan bahan pokok secara rutin dan berkala, sehingga dapat diambil keputusan bersama lintas sektor.

"Saya sudah cek langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan harganya di beberapa pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga menjadi komoditas yang sering naik pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Wabup Intan berharap, melalui Rakor tersebut bisa menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: APRINDO Desak Kepastian Hukum Terkait Raperda KTR di DKI Jakarta, Harap Tak Korbankan Rokok Legal

“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita ingin masyarakat dapat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan dengan tenang, aman, dan sejahtera," tandasnya.

Wabup Intan mengatakan, menjelang bulan suci Ramadhan biasanya identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Karena itu, kita harus bisa hadir dan memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak menurun,” pungkasnya

Sementara Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi, melaporkan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman dan mencukupi.

Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.

“Cadangan beras Bulog sekitar 54.300 ton saat ini. Stok minyak goreng “Minyak Kita” tercatat sekitar 11.000 ton, minyak premium, serta gula pasir dan komoditas pangan lainnya siap disalurkan untuk mendukung stabilisasi harga,” ungkapnya.

Baca Juga: Haul Ke-345 Raden Aria Wangsakara Digelar di Pendopo TMP Kabupaten Tangerang, Dihadiri Bupati Maesyal hingga Gubernur Andra Soni

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali.

Disperindag bersama pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk fasilitasi distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.