BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan Berlangsung hingga Februari, Waspada Intensitas Lebat

AKURAT JAKARTA — BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memprediksi hujan dengan intensitas lebat masih akan mengguyur wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara hingga awal Februari 2026.
Faisal memaparkan bahwa periode 26-28 Januari menjadi masa krusial dengan curah hujan yang tergolong tinggi, khususnya di kawasan Barat Indonesia.
Baca Juga: Insentif Guru Honorer 2026 Rp 400 Ribu, di Bawah Jatah Mahasiswa KIP
BMKG mencatat beberapa provinsi yang menjadi perhatian utama dalam sepekan ke depan. Curah hujan diprediksi mencapai kategori lebat dengan skala 50 hingga 100 milimeter per hari.
"Daerah yang untuk seminggu ke depan, tanggal 26 hingga 28 ini, yang cukup tinggi adalah di daerah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah," jelas Faisal.
Selain wilayah tersebut, guyuran hujan lebat juga diprediksi akan merata di seluruh Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara hingga pengujung Januari.
Baca Juga: Korlantas Polri Terus Sempurnakan ETLE Drone, Masyarakat Diminta Sadar Literasi Digital
Faisal mengungkapkan bahwa puncak musim hujan tahun ini masih akan berlangsung sepanjang Januari hingga awal Februari. Kondisi ini menuntut kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di daerah-daerah rawan.
Mengenai transisi musim, BMKG memprediksi kondisi alam akan mulai berubah secara bertahap setelah melewati bulan Februari. Wilayah Jawa dan sekitarnya diperkirakan baru akan memasuki awal musim kemarau pada pertengahan tahun.
"Puncak musim hujan masih terjadi di bulan Januari hingga awal Februari tahun ini. Memasuki bulan Mei, Juni, dan Juli, barulah wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mulai memasuki musim kering," terangnya.
Masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, diminta tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak hujan lebat yang diprediksi masih akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





