Malam Takbiran Lebaran Idulfitri, Tradisi Menggemakan Keagungan Tuhan, Bisa Dibaca di Masjid atau Berkeliling

AKURAT JAKARTA - Umat islam Indonesia segera merayakan Lebaran Idulfitri 2024.
Meski Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat pada hari ini untuk menentukan Hari Raya Idulfitri, organisasi keagamaan islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, sudah lebih dulu memutuskan bahwa Lebaran akan jatuh pada esok hari, Rabu, 10 April 2024.
Bagi umat islam Indonesia, Lebaran Idulfitri merupakan momen spesial menjalin kembali tali silaturrahmi untuk keluarga, teman, dan tetangga.
Lebaran idulfitri ditandai dengan gema takbir yang dikumandangkan pada malam sebelum Hari Raya itu tiba.
Takbir berasal dari kata Kabbara, Yukabbiru, Takbiran, dalam Bahasa Arab yang berarti mengagungkan.
Adapun dilihat dari istilah, takbir berarti mengagungkan Allah dan meyakini tidak ada dzat yang lebih agung selain Allah.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Wonderful World, Drama Korea Terbaru Cha Eun Woo
Sebagai bagian dari dzikir, mayoritas ulama memberi hukum sunah dalam mengucapkan kalimat takbir.
Artinya, bagi orang muslim membaca takbir akan mendapat pahala dan apabila tidak membaca juga tidak akan mendapat dosa.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Aceh, Maulida, dalam tulisan berjudul Rangkaian Lafal Takbir Dua Hari Raya mengungkap tiga tata cara membaca takbir, yaitu:
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Papua Barat, Dari Kedalaman 10 Kilometer Tengah Laut, Tidak Terjadi Tsunami
1. takbir yang dibaca di dalam Salat Id
Diucapkan setelah membaca takbiratul ihram sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
Sedangkan pada raka’at kedua, dibaca lima kali selain takbir intiqal.
2. Takbir pada khutbah setelah Salat id
Baca Juga: Daftar 71 Bengkel dan 8 Pos Siaga Daihatsu yang Siap Layani Pemudik di Jawa, Sumatera hingga Papua, Cek Selengkapnya di Sini
Khutbah merupakan salah satu rukun dari salat Id. Ketika khutbah dimulai, Khatib disunatkan membaca takbir sebanyak sembilan kali.
Lalu, khatib kembali membaca takbir sebanyak tujuh kali setelah bangun dari duduk.
Akan lebih bagus apabila diberi pemisah antara bacaan takbir pertama dan takbir kedua dengan membaca tahmid dan tahlil.
Baca Juga: Rayakan Lebaran Idulfitri Kurang Lengkap Tanpa Ziarah Kubur, Perhatikan Adab saat Memasuki Area Makam
3. Takbir yang dibaca di luar salat dalam waktu yang telah ditentukan
Menurut imam Syafi’i, takbir dibaca tiga kali kemudian dilanjutkan dengan kalimat, laa ilaha illallahu allau akbar, allahu akbar walillahil hamd, allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira, wasubhanallahi bukratau waatsila, laa ilaha illallahu wahdah, sadaqa wa’dah, wanasara abdah, wa’aaz jandahu wahazamal ahzab wahdah.
Dan disunatkan menambahkan lailaha illalah, wala na’budu illa iyahu mukhlisina, lahuddin, walau karihar kafirun. Dan kemudian disunnatkan shalawat dan salam kepada Nabi Saw. sahabatnya, kaum anshar, kerabatnya laki-laki dan kerabatnya perempuan.
Takbir dibagi menjadi dua macam, Takbir Mursal dan Takbir Muqayyad.
Baca Juga: WOW! Bang Zaki Prediksi Perputaran Uang Selama Mudik Lebaran 2024 Capai Rp 384 Triliun, Begini Penjelasannya
Takbir Mursal yaitu takbir yang tidak mengiringi salat, sedangkan Takbir Muqayyad yaitu takbir yang mengiringi salat.
Takbir Mursal disunatkan bagi setiap laki-laki maupun perempuan, baik yang hadir ataupun musafir, di tempat-tempat mana saja, di jalanan, di masjid-masjid, dan dipasar-pasar.
Imam Nawawi rahimahullah di Kitab al-Adzkar memilih pendapat yang menyatakan sunat (melakukan takbir mengiringi salat pada malam Idulfitri).
Baca Juga: Tips Bikin Kue Kering Lebaran Supaya Awet dan Tak Mudah Rusak, Begini Caranya
Sedangkan menurut mayoritas ulama, takbir pada Idulfitri dimulai dari waktu pergi salat id sampai dimulai berkhutbah.
Adapun takbir pada Iduladha dimulai subuh hari Arafah sampai petang hari tasyrik, yakni tanggal sebelas, dua belas dan tiga belas dzulhijjah.
Permulaannya semenjak subuh hari Arafah sampai ashar hari terakhir di Mina.
Baca Juga: Tips Efektif Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Ketika Momen Lebaran
Adapun Takbir Muqayyad dilakukan pada Iduladha mengiringi salat-salat fardu, salat sunat rawatib, salat mutlak dan salat jenazah, dimulai sejak waktu subuh pada hari ‘Arafah (9 Dzulhijjah) sampai waktu ‘ashar pada akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah).
Tulisan Maulida ini sudah diuji dalam Sidang Skripsi pada 2019 di Fakultas Syari'ah dan Hukum pada Program Studi Hukum Keluarga.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



