Jakarta

Pentingnya Peran Digitalisasi Dalam Mendukung Perekonomian Daerah

Ani Nur Iqrimah | 26 April 2024, 04:16 WIB
Pentingnya Peran Digitalisasi Dalam Mendukung Perekonomian Daerah

AKURAT.CO Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Bank Sumut menggelar Seminar Nasional BPD se-Indonesia bertajuk “Peran Digitalisasi Keuangan Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Hotel Niagara Parapat, Simalungun, Sumatra Utara (Sumut), Rabu, 24 April 2024.

Direktur Utama Bank Sumut Babay Parid Wazdi mengatakan digitalisai bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini sangat penting untuk mendorong kinerja BPD.

Digitalisasi sebagai ‘senjata’ dalam menghadapi persaingan bisnis dengan bank-bank besar. Dengan kapital yang dimilikinya, bank besar lebih leluasa mengembangkan teknologi yang lebih canggih.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Chermistry Kuat Lee Jaewook dan Lee Junyoung di Drama Korea Terbaru The Impossible Heir

“Tapi itu tak membuat kita putus asa, kita pun harus ikut melakukan digitalisasi. Dalam forum ini kita bisa memperkaya khasanah dan sharing ilmu pengetahuan, untuk penerapan digitalisasi di masing-masing BPD,” ujar Babay.

Hanya saja, kata Babay, transformasi digital dalam tubuh BPD bukan hanya teknologi semata, tapi harus dibarengi transformasi people dan talent.

“Transformation is not about technology, but also about people and talent,” tegas Babay.

Baca Juga: Mengenal Gabus Pucung, Kuliner Langka Betawi dengan Rempah-rempah yang Khas dan Kaya Gizi

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Asbanda Yuddy Renaldi menegaskan, penerapan digitalisasi di bank daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program masing–masing pemerintah daerahnya.

Penerapan digitalisasi juga merupakan upaya dalam mengurangi proses birokrasi yang panjang.

“Dengan begitu, kegiatan ekonomi akan meningkat, yang ujungnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah sehingga pertumbungan ekonomi pun turut meningkat,” jelas Yuddy.

Baca Juga: INI DIA! Program-program Seru Terbaru dari GTV Bulan Mei Nanti, Warnai Quality Time Bareng Keluarga

Dia melanjutkan, saat ini salah satu program digitalisasi pengelolaan keuangan daerah yang tengah dijajaki adalah kerja sama antara BPD seluruh Indonesia dengan pemerintah daerah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Seperti penerapan Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Siskeudes Link untuk pengelolaan rekening kas umum desa.

Seminar Nasional BPD se-Indonesia dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Sumatera Utara IGP Wira Kusuma; Bambang Mukti Riyadi, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan Daerah; dan Babay Parid Wazdi. Serta, dimoderatori oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group.

Baca Juga: CATAT! Konser NDX AKA, Gildcoustic hingga Hindia di Stadion Pakansari Bogor, dalam Acara Festival Lagu Laguan 2024, Simak Tanggalnya

Bambang Mukti Riyadi menjelaskan, pihaknya terus berupaya mendorong peran BPD di Tanah Air. Salah satunya mendorong BPD untuk menerapkan digitalisasi untuk menjawab kebutuhan pasar.

“Digitalisasi jadi peluang pasar, yang kedua menjadi kewajiban (digitalisasi) dalam konteks persaingan. Ini konteks yang tidak bisa terhindarkan,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Bambang, BPD harus memanfaatkan digitalisasi sebagai peluang untuk mengoptimalkan sebagai benefit. Jika tidak, bukan tidak mungkin BPD akan tergerus, bahkan bisa tersingkir dari persaingan perbankan saat ini.

Baca Juga: Ditangkap Polisi Atas Kasus Vape Ganja, Chandrika Chika Dkk Berpotensi Dapat Rehabilitasi

“Khususnya BPD, bisa mengoptimalkan peluang tadi. Misalnya jadi satu kesatuan lewat Kelompok Usaha Bersama (KUB). Karena bicara digitalisasi ada persyaratan yaitu kapasitas untuk menjadi digitalisasi. KUB bagian dari mengonsolidasikan BPD supaya bisa berperan dalam konteks digitalisasi, agar tidak tersingkir,” tegasnya.

Sementara IGP Wira Kusuma menjelaskan, sejauh ini pemerintah daerah (pemda) di Sumatera telah meningkatkan indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Dibanding nasional, wilayah Sumatera berada di atas rata-rata jumlah Pemda Digital.

Baca Juga: SERBU TIKETNYA! Band Rock Asal Inggris Glass Animals Bakal Konser di Jakarta, Simak Tanggal dan Lokasinya di Sini

Sumatera berada di peringkat ke-2 nasional dengan indeks ETPD tertinggi.

Indeks ETPD Sumatra tumbuh signifikan, dari tahun 2022 yang berada di level 75 persen, naik menjadi 93,9 persen pada 2023.

Berdasarkan pemerataan indeks ETPD terhadap penerimaan pajak dan retribusi dari tahun 2021 hingga 2023, terdapat hubungan positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: HADIRI! Sampoerna Fest 2024 di Surabaya, Ada Juicy Luicy, Coldiac, Last Child, hingga Mr. Jono Joni, Cek Tanggalnya di Sini

“Pemda dengan kategori digital mengalami pertumbuhan PAD yang lebih tinggi dibandingkan pemda dengan kategori maju,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.