Jakarta

Tinjau TKA di SMAN 3 Tangsel, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bagikan Strategi 3M Hadapi Soal HOTS

Yusuf Doank | 26 Oktober 2026, 13:21 WIB
Tinjau TKA di SMAN 3 Tangsel, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bagikan Strategi 3M Hadapi Soal HOTS
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan TKA gelombang pertama hari pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (26/10/2026).

AKURAT JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan para peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA untuk mempersiapkan diri secara matang.

Lebih khusus melalui strategi 3M: menguasai materi, mengatur waktu, dan membangun mental percaya diri.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meninjau langsung pelaksanaan TKA gelombang pertama hari pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: BEM UI Bawa Lima Tuntutan ke Tugu Tani, dari Status Bencana Nasional Karhutla hingga Biaya Pendidikan

“Pertama, materi harus dikuasai. Kedua, manajemen waktu, karena sering kali pengelolaan waktu peserta kurang bagus. Ketiga, mental,” ujar Mu’ti di sela-sela peninjauannya.

Mu’ti menegaskan agar para siswa tidak hanya mengandalkan doa saat menghadapi ujian. Persiapan matang melalui belajar teratur, menjaga waktu istirahat yang cukup, serta menerapkan strategi pengerjaan soal yang tepat sangat diperlukan agar siswa dapat tampil optimal.

Menurutnya, kemampuan mengelola waktu menjadi salah satu kunci utama. Siswa diimbau membagi waktu secara efektif agar tidak habis atau terpaku pada satu soal yang sulit.

Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan bahwa TKA dirancang menggunakan pendekatan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher-order thinking skills (HOTS).

Pendekatan ini menuntut siswa tidak sekadar menghafal rumus atau teori, melainkan memahami konsep secara mendalam, menganalisis persoalan, serta menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.

Meski demikian, ia mengimbau para peserta agar tidak merasa terbebani secara berlebihan. Mu’ti menegaskan bahwa hasil TKA yang belum sesuai harapan bukanlah akhir dari segalanya.

“Kalau hasil tesnya nanti tidak sesuai yang diharapkan, itu bukan akhir segalanya. Masih ada waktu untuk memperbaiki, dan ini juga tidak menjadi penentu tunggal kelulusan,” jelasnya.

Selain kepada siswa, Mendikdasmen juga memberikan imbauan khusus kepada para orang tua agar tidak menetapkan target tinggi yang melebihi kapasitas anak. Tekanan emosional yang berlebihan dari lingkungan keluarga berpotensi memicu kecemasan saat ujian berlangsung.

Sebaliknya, orang tua diharapkan hadir memberikan dukungan moral, motivasi, serta rasa aman agar anak dapat menjalani TKA dengan tenang.

Siswi SMAN 3 Tangsel Persiapkan Kampus Impian

Semangat menghadapi TKA juga dirasakan oleh para peserta di lapangan. Salah satu siswi SMAN 3 Tangsel jurusan IPA, Annisa, mengaku telah melakukan persiapan matang jauh-jauh hari, baik dari segi pendalaman materi maupun kesiapan mental.

“Persiapan dari awal bikin lebih percaya diri pas ngerjain soal. Harapannya tentu hasil TKA tahun ini bisa maksimal,” ujar Annisa.

Usai menyelesaikan pendidikan SMA, Annisa berencana melanjutkan studi ke program studi Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia berharap hasil TKA yang optimal dapat menjadi pijakan kuat untuk menggapai cita-citanya menembus perguruan tinggi impian.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y