Jakarta

Donald Trump Tuai Kontroversi Usai Bercanda Posting Foto Diri Sebagai Paus, Sebut Ingin Jadi Pengganti

Zainal Abidin | 4 Mei 2025, 20:45 WIB
Donald Trump Tuai Kontroversi Usai Bercanda Posting Foto Diri Sebagai Paus, Sebut Ingin Jadi Pengganti

AKURAT JAKARTA - Donald Trump kembali menjadi pusat kontroversi setelah membagikan gambar dirinya yang mengenakan atribut Paus melalui platform miliknya, Truth Social.

Unggahan tersebut menggemparkan publik karena memperlihatkan Donald Trump dalam balutan pakaian Paus, lengkap dengan jubah putih, salib emas besar, dan topi miter khas pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Postingan ini muncul hanya beberapa hari sebelum konklaf dimulai untuk memilih penerus mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.

Baca Juga: Hati-hati! Banjir Tergenang di 6 RT dan 1 Ruas Jalan Jaksel, Berikut Wilayah yang Terdampak!

Konten tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Meski bersifat digital, gambar itu memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas Katolik.

Banyak yang menganggap unggahan itu tidak pantas, mengingat suasana duka atas wafatnya Paus Fransiskus masih sangat terasa.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Pembinaan Pelajar di Markas TNI Bantu Pelajar Lebih Disiplin

Bahkan, Trump sempat bercanda bahwa ia ingin menjadi Paus, sebuah pernyataan yang dianggap sensitif di tengah proses pemilihan pemimpin baru Gereja Katolik dunia.

Ketika ditanya media tentang sosok yang menurutnya pantas menggantikan Paus Fransiskus, Trump menjawab, "Saya ingin menjadi Paus. Itu pilihan utama saya."

Walau mengaku tidak punya kandidat khusus, Trump sempat menyebut seorang kardinal di New York yang ia nilai sangat baik, diduga mengacu pada Uskup Agung Timothy Dolan, tokoh konservatif yang kerap menentang aborsi.

Baca Juga: Suasana Haru Menyelimuti 393 Jamaah Haji Gelombang 2 Asal Kabupaten Tangerang, Saat Dilepas Keberangkatannya Oleh Wabup Intan Nurul Hikmah

Respons keras segera datang dari Konferensi Katolik Negara Bagian New York.

Dalam pernyataan terbuka mereka melalui platform X, mereka menyebut, “Tidak ada yang lucu atau pantas dari gambar ini, Tuan Presiden. Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus tercinta dan para kardinal akan memasuki konklaf suci untuk memilih penerusnya. Tolong jangan mempermainkan kami.”

Berbagai tokoh juga ikut bereaksi.

Baca Juga: Warga Kabupaten Tangerang Rata-rata Cuma Lulusan SMP, Bupati Maesyal Rasyid Sampaikan Pesan Ini Kepada Para Guru Saat Peringati Hardiknas 2025

Kelompok Katolik konservatif anti-Trump menyebut unggahan itu sebagai "penghinaan terang-terangan" terhadap ajaran dan simbol keagamaan.

Media The Hill melaporkan bahwa kemarahan publik langsung terlihat dari banyaknya kecaman yang membanjiri media sosial.

Pihak Vatikan memilih tidak berkomentar langsung.

Baca Juga: BGN Perketat Distribusi Makan Bergizi Gratis Demi Cegah Keracunan

Juru bicara Matteo Bruni menolak menjawab pertanyaan soal gambar tersebut saat konferensi pers terkait konklaf.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, turut menyuarakan keberatannya, “Ini adalah visual yang menyakiti hati umat beriman dan merendahkan institusi keagamaan,” tulisnya di akun X miliknya.

Hingga kini, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak Trump mengenai tujuan dari unggahan tersebut, meskipun banyak pihak mendesak permintaan maaf secara terbuka.

Baca Juga: Prihatin Angka Minat Baca di Indonesia Masih Sangat Rendah, Dindik Kabupaten Tangerang Bersama 250 Guru SD dan SMP Deklarasi Gerakan Literasi Sekolah

(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.