Semeru Erupsi Beruntun, Masyarakat Diminta Jauhi Radius Bahaya Besuk Kobokan

AKURAT JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat secara signifikan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi terus-menerus sepanjang Jumat (2/1/2026).
Hingga malam hari, tercatat Semeru telah meletus sebanyak 15 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 1 kilometer di atas puncak.
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, aktivitas erupsi terjadi secara sporadis mulai pukul 05.46 WIB hingga puncaknya terpantau kembali pada pukul 20.14 WIB.
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Sabtu: Galeri24 Stabil Tiga Hari, UBS Turun Tipis
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung," ujar Petugas Pos Pengamatan, Liswanto, dalam laporan resminya.
Rekomendasi Zona Merah Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
Waspada Lontaran Batu dan Lahar Dingin PVMBG juga menetapkan radius aman lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Area ini dinyatakan steril dari aktivitas manusia karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Selain ancaman langsung dari erupsi, otoritas terkait mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa lahar dingin.
"Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," jelas Liswanto.
Pemerintah daerah dan relawan kebencanaan di Lumajang kini dalam kondisi siaga penuh untuk memantau pergerakan warga dan memastikan instruksi zona bahaya dipatuhi.
Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






