Korban Jiwa Longsor Sampah Bantargebang Bertambah Menjadi Lima Orang

AKURAT JAKARTA - Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026).
Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia akibat musibah di Desa Ciketing Udik tersebut menjadi lima orang.
Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta, Romli Prasetyo, mengonfirmasi penemuan jasad tersebut di tengah upaya pencarian yang masih terus berlangsung.
"Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia," ujar Romli di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Basarnas, musibah longsor ini melibatkan total 13 orang korban. Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan selamat, yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.
Sementara itu, empat jenazah yang sebelumnya telah berhasil diidentifikasi adalah Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung, serta dua orang pengemudi truk, Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin.
Baca Juga: Waka DPRD Basri Baco Usul 100 Pasar di Jakarta Punya Fasilitas Pengolahan Sampah Sendiri
Saat ini, fokus petugas beralih pada pencarian empat orang lainnya yang diduga masih tertimbun di bawah material sampah. "Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan," tambah Romli.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sedikitnya 366 personel gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, TNI-Polri, Damkar, hingga satuan K-9 (anjing pelacak).
Petugas di lapangan harus berpacu dengan waktu dan medan yang berat.
Alat berat seperti ekskavator atau beko dikerahkan untuk membuka akses evakuasi di titik-titik yang dicurigai terdapat tanda-tanda korban.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Zona 4 TPST Bantargebang pasca-insiden ini. Selain itu, Pemprov juga memastikan seluruh biaya pengobatan bagi para korban luka akan ditanggung sepenuhnya.
Tragedi di bulan suci Ramadan ini menjadi pengingat akan pentingnya evaluasi sistem keamanan di kawasan pengolahan sampah demi mencegah terulangnya kejadian serupa yang merenggut nyawa pejuang nafkah di sana.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di La Liga, 20 September 2026: Duel Tim Kejutan di Riazor
- 2Prediksi Skor Leeds United vs Crystal Palace di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Whites Pertahankan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Villarreal vs Levante di La Liga, 20 September 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Lanjutkan Momentum?
- 4Prediksi Skor Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026: Bianconeri Ingin Lanjutkan Momentum Eropa
- 5Pengumuman Resmi! Berikut Daftar Peraih Medali Emas OSN SMA Sederajat 2026, Dari Matematika hingga Inovator AI
- 6Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs RB Leipzig di Bundesliga, 20 September 2026: Adu Momentum di BayArena
- 7Prediksi Skor Fulham vs Manchester United di Premier League, 20 September 2026: Misi The Red Devils Bangkit di Craven Cottage
- 8Prediksi Skor Bournemouth vs Liverpool di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Cherries Tahan The Reds?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





