AS Ajukan 15 Poin Gencatan Senjata ke Iran Melalui Pakistan

AKURAT JAKARTA - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump dikabarkan telah melayangkan proposal gencatan senjata berisi 15 poin kepada Teheran.
Langkah diplomatik ini dilakukan melalui perantaraan Pakistan sebagai jembatan dialog antarkedua negara dikutip dari media terkemuka AS, New York Times (NYT), Rabu (25/3/2026).
Pakistan disebut-sebut berperan aktif tidak hanya sebagai kurir pesan, tetapi juga menawarkan diri menjadi tuan rumah bagi negosiasi ulang guna mengakhiri ketegangan yang telah memicu gelombang serangan rudal dan drone di kawasan Teluk.
Baca Juga: Trump Kebingungan Mencari Cara Pasukan Amerika Mundur dari Perang Iran
Meski rincian 15 poin tersebut belum dibuka sepenuhnya kepada publik, laporan dari media internasional menyebutkan bahwa Washington mengupayakan masa tenang atau gencatan senjata selama satu bulan.
Masa tersebut akan digunakan untuk membahas poin-poin krusial, termasuk masalah program nuklir, aktivitas di Selat Hormuz, hingga keterlibatan kelompok-kelompok di kawasan.
Presiden Donald Trump sendiri mengisyaratkan adanya kemajuan dalam upaya mengakhiri pertempuran yang pecah sejak akhir Februari lalu.
"Kami sedang berdialog dengan pihak-pihak yang tepat di Iran untuk mencapai kesepakatan. Mereka pun sangat ingin mencapai kesepakatan," ujar Trump di Gedung Putih, Selasa (24/3/2026).
Langkah AS ini dilaporkan mengejutkan sejumlah pihak, termasuk di internal pemerintahan Israel yang sebelumnya cenderung mendorong kelanjutan aksi militer. Hingga saat ini, baik kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait detail laporan tersebut. Di sisi lain, pihak Iran juga masih memberikan bantahan terkait adanya negosiasi langsung yang sedang berlangsung.
Dunia internasional, khususnya negara-negara Muslim, menaruh harapan besar agar jalur diplomasi ini membuahkan hasil nyata. Penghentian kekerasan dinilai sangat mendesak demi menghindari krisis kemanusiaan yang lebih luas dan menjaga stabilitas ekonomi global yang terganggu akibat konflik di jalur pelayaran strategis.
Semoga upaya mediasi yang diprakarsai melalui Pakistan ini menjadi pembuka jalan bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan, membawa ketenangan kembali bagi warga di kawasan yang terdampak perang, dan mengembalikan semangat persaudaraan antarbangsa.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





