Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Peroleh Kompensasi dan Pencabutan Sanksi

AKURAT JAKARTA — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda yang kian kompleks menyusul pernyataan tegas dari otoritas tertinggi Iran.
Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan terus berlanjut.
Iran menegaskan tidak akan menghentikan operasi militer sebelum menerima kompensasi penuh atas seluruh kerusakan yang diderita selama konflik berlangsung.
Baca Juga: AS Ajukan 15 Poin Gencatan Senjata ke Iran Melalui Pakistan
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Senin (23/3/2026), Rezaei menekankan bahwa perjuangan Iran mencakup tuntutan ekonomi dan kedaulatan yang mendasar.
Teheran mendesak pencabutan seluruh sanksi ekonomi serta perolehan jaminan internasional yang mengikat secara hukum guna mencegah campur tangan lebih lanjut dari Amerika Serikat di internal Iran.
Rezaei mengklaim bahwa di bawah kepemimpinan baru, angkatan bersenjata Iran kini berada dalam kendali penuh untuk melakukan aktivitas pertahanan secara masif.
Lebih lanjut, Rezaei memberikan analisis mengenai dinamika di balik layar terkait upaya gencatan senjata.
Ia mengklaim bahwa pada dasarnya pihak Amerika Serikat telah menyadari tidak adanya jalan menuju kemenangan dan siap untuk menghentikan permusuhan.
Namun, menurut Rezaei, hambatan utama justru datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terus mendorong kelanjutan perang. Teheran menilai Washington telah memahami risiko besar jika konflik ini terus diperpanjang melampaui fase yang ada saat ini.
Senada dengan pernyataan militer, otoritas politik Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf turut menyuarakan tekanan terhadap pihak lawan.
Melalui unggahan di media sosial, Ghalibaf menegaskan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera terhadap para agresor.
Pernyataan kolektif dari para petinggi Iran ini mengindikasikan bahwa posisi tawar Teheran tetap tinggi di tengah tekanan diplomatik maupun militer global.
Situasi ini semakin memanaskan konstelasi politik global, mengingat klaim Iran mengenai adanya kesiapan AS untuk gencatan senjata berbanding terbalik dengan dinamika di lapangan.
Komunitas internasional kini menanti langkah diplomatik selanjutnya untuk mencegah pecahnya perang terbuka yang lebih luas, di saat Iran tetap teguh pada syarat-syarat kompensasi dan jaminan keamanan internasional sebagai prasyarat perdamaian.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




