Jakarta

Bulan Terus Menjauhi Bumi Fenomena Gerhana Matahari Total Terancam Hilang

Yusuf Doank | 14 Mei 2026, 20:30 WIB
Bulan Terus Menjauhi Bumi Fenomena Gerhana Matahari Total Terancam Hilang
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA - Berdasarkan laporan ilmiah terbaru, bulan atau satelit alami Bumi dilaporkan terus bergerak menjauh secara perlahan.

Fenomena astronomi ini diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi kehidupan di Bumi pada masa depan yang sangat panjang.

Data dari Lunar Laser Ranging Experiment menunjukkan bahwa Bulan terus bergeser dari orbitnya dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter (cm) per tahun.

Baca Juga: Mau Dapat Harga Lebih Kompetitif? Ini 7 Strategi Dapat Diskon Terbesar Saat Belanja Online di Bulan Mei 2026

Temuan ini diperoleh melalui metode pengukuran presisi menggunakan sinar laser yang ditembakkan ke reflektor di permukaan Bulan, sebuah proyek yang telah dimulai sejak misi Apollo pada tahun 1960-an.

Para ilmuwan dari NASA menjelaskan bahwa menjauhnya jarak Bulan akan memberikan efek visual yang nyata, salah satunya adalah hilangnya fenomena Gerhana Matahari Total.

Hal ini dikarenakan ukuran tampak Bulan dari Bumi akan terus mengecil seiring bertambahnya jarak, sehingga suatu saat nanti tidak lagi mampu menutupi piringan Matahari secara sempurna.

Baca Juga: BYD Atto 2 Resmi Diperkenalkan dengan Fitur ADAS Modern dan Teknologi Blade Battery Pintar, Pengalaman Berkendara Kini Lebih Aman dan Imersif

"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, penduduk Bumi kemungkinan besar akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," kata ilmuwan NASA, Richard Vondrak.

Sebagai gambaran, kondisi saat ini merupakan sebuah kebetulan kosmik yang unik. Diameter Matahari memang 400 kali lebih besar dari Bulan, namun jaraknya juga 400 kali lebih jauh dari Bumi.

Rasio yang identik inilah yang membuat keduanya tampak memiliki ukuran yang hampir sama di langit kita hari ini.

Situasi tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi 4 miliar tahun lalu. Pada masa itu, ukuran Bulan tampak tiga kali lebih besar dibandingkan yang kita saksikan saat ini karena jaraknya yang masih sangat dekat.

Selain pengaruh terhadap fenomena langit, menjauhnya Bulan juga berdampak pada dinamika rotasi planet manusia.

Interaksi gravitasi yang melemah akibat jarak yang kian jauh menyebabkan kecepatan rotasi Bumi melambat secara perlahan.

Secara teknis, hal ini akan mengakibatkan durasi waktu dalam satu hari menjadi lebih panjang di masa depan yang sangat jauh.

Fenomena ini mengingatkan manusia akan kedinamisan alam semesta yang terus berubah, meski perubahan tersebut terjadi dalam skala waktu jutaan hingga miliaran tahun.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y