Juni Masuk Kemarau tetapi Masih Hujan? Ini Penjelasan Lengkap BMKG

AKURAT JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa perkembangan musim kemarau mulai terlihat di sebagian wilayah Indonesia.
Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih membayangi sejumlah daerah sepanjang Juni 2026.
Menurut BMKG, saat ini wilayah Indonesia mulai didominasi oleh massa udara kering. Kondisi tersebut menyebabkan kelembapan udara berkurang dan membuat pembentukan awan menjadi lebih terbatas, terutama pada pagi hingga siang hari.
Baca Juga: Tekuk Kamboja 1-0, Timnas Indonesia U-19 Rebut Tempat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Kondisi atmosfer yang relatif cerah ini membuat penyinaran matahari ke permukaan bumi berlangsung lebih optimal. Dampaknya, terjadi peningkatan suhu udara maksimum yang cukup menyengat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BMKG pada periode 4-7 Juni 2026, suhu maksimum di atas 35,0 derajat Celsius tercatat di beberapa provinsi, antara lain:
Aceh dan Sumatra Utara, Bengkulu dan Lampung, Banten dan Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Papua Barat
Namun, pada periode yang sama, hujan dengan intensitas lebat rupanya masih mengguyur Sumatra Utara (82,7 mm/hari), Maluku (64,0 mm/hari), Papua Barat (60,0 mm/hari), Kalimantan Barat (58,0 mm/hari), dan Papua (57,0 mm/hari).
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika atmosfer regional masih berperan dalam mendukung pembentukan awan hujan di beberapa wilayah," tulis BMKG dalam laporan resmi Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 9-15 Juni 2026.
BMKG menjelaskan, analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian Sumatra dan Kalimantan bagian selatan.
Selain itu, terdapat aktivitas Gelombang Kelvin di perairan barat Sumatra Utara hingga Sumatra Barat, serta sebagian Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Aktivitas gelombang atmosfer inilah yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan.
Baca Juga: (Slot untuk tautan berita terkait kualitas udara Jakarta imbas kemarau)
Dari sisi iklim global, indikator ENSO masih memperlihatkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Kondisi ini sebenarnya mengindikasikan adanya potensi pengurangan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Akan tetapi, faktor atmosfer regional dan lokal yang kuat membuat hujan tetap berpotensi turun di sejumlah daerah.
Hingga pekan depan, sirkulasi siklonik yang diperkirakan bertahan di Samudra Pasifik utara Papua dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias juga berpotensi membentuk daerah konvergensi (pertemuan angin) dan perlambatan angin.
"Kombinasi berbagai faktor atmosfer, mulai dari aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, hingga kondisi labilitas udara lokal, berpotensi meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas bervariasi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan," pungkas BMKG.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







