Jakarta

Liga Aspal Marak di Jakarta, Gubernur Pramono Akui Kebutuhan Ruang Bermain Anak Belum Terpenuhi

Laode Akbar | 19 Juli 2026, 09:50 WIB
Liga Aspal Marak di Jakarta, Gubernur Pramono Akui Kebutuhan Ruang Bermain Anak Belum Terpenuhi
Pertandingan Liga Aspal di RW 8 Menteng, Jakarta Pusat (@ligaaspal)

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut mengapresiasi fenomena liga sepak bola jalanan atau Liga Aspal yang digelar anak-anak di kawasan RW 8, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurutnya, turnamen sepak bola di atas jalan aspal itu menjadi cerminan masih terbatasnya fasilitas olahraga dan ruang bermain bagi anak-anak di Ibu Kota.

"Terus terang saya ngikutin Liga Aspal, karena saya melihat adanya kegembiraan di anak-anak yang memanfaatkan itu walaupun tentunya yang namanya aspal itu bukan tempat untuk bermain sepak bola," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Dari DKI Jakarta hingga Papua, Ini Daftar 10 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan pada Juli 2026

Pramono memahami alasan anak-anak memanfaatkan jalan sebagai lapangan sepak bola.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai sekitar 11 juta jiwa, kebutuhan ruang olahraga masih belum sepenuhnya terpenuhi.

"Tapi karena keterbatasan fasilitas di Jakarta dengan jumlah penduduk yang sebegini banyak, 11 juta orang. Termasuk tempatnya sebenarnya itu tempat KAI," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap berkomitmen menambah fasilitas olahraga bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Meski diakui belum seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu dekat, pembangunan sejumlah sarana olahraga telah mulai dilakukan.

"Sehingga dengan demikian, Pemerintah DKI Jakarta tetap berpikir untuk menyediakan fasilitas olahraga bagi anak-anak walaupun belum semuanya bisa dilakukan, tetapi beberapa sekarang ini kita bangunkan kembali," ucap Pramono.

Seperti diketahui, fenomena liga sepak bola jalanan mulai marak di permukiman padat Jakarta, seperti Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat dan Liga Aspal di Menteng Jaya, Jakarta Pusat.

Kedua liga swadaya warga tersebut muncul dari keresahan atas mahalnya sewa lapangan futsal, serta minimnya ruang terbuka hijau di kampung padat penduduk. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y