Jakarta

Polda Metro Ingatkan Dampak Demo di Bundaran HI, Singgung MRT hingga Kedutaan

Laode Akbar | 24 September 2026, 19:57 WIB
Polda Metro Ingatkan Dampak Demo di Bundaran HI, Singgung MRT hingga Kedutaan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, usai aksi demo buruh. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Kepolisian mengimbau massa aksi unjuk rasa tidak menjadikan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi penyampaian pendapat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, imbauan tersebut mempertimbangkan sejumlah objek penting yang berada di sekitar kawasan Bundaran HI.

Menurut Budi, Bundaran HI merupakan salah satu pusat mobilitas masyarakat sekaligus kawasan ekonomi di Jakarta.

Baca Juga: Jika Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tak Ada Kemajuan, Presiden KSPSI Ancam Kerahkan 100 Ribu Buruh Kepung DPR

Di lokasi tersebut juga terdapat fasilitas transportasi publik hingga kantor perwakilan negara asing.

"Kita juga melihat bahwa di dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, ada beberapa tempat yang diperbolehkan. Ada dua titik MRT yang ada di Bundaran HI, ada tiga kedutaan, ada sentra-sentra ekonomi lainnya," ujar Budi kepada wartawan usai aksi demo buruh di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Budi mengatakan, penyampaian pendapat tidak hanya perlu mempertimbangkan bagaimana aspirasi disampaikan.

Dampak aksi terhadap keamanan dan aktivitas masyarakat di sekitar objek vital juga harus diperhitungkan.

Termasuk, kata dia, proses pemulihan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.

Karena itu, kepolisian menyiapkan sejumlah titik yang dinilai lebih tepat untuk menjadi lokasi penyampaian aspirasi. Salah satunya berada lebih dekat dengan kantor lembaga negara yang menjadi tujuan massa.

"Pada saat kita menyampaikan aspirasi, tujuannya adalah apa yang kita sampaikan, tersampaikan kepada pihak yang kita harapkan," kata Budi.

Budi menyebut, kepolisian telah menyediakan titik-titik tertentu agar aspirasi massa tetap dapat diterima oleh pihak yang dituju.

"Aspirasi itu makanya kita buat ‘kolam’, yang pertama di Silang Monas Selatan biar dari Istana juga bisa merespons, seperti pada hari ini. DPR ada BAM, Badan Aspirasi Masyarakat. Kalau di Bundaran HI siapa yang akan mendengar?" lanjutnya.

Ia kemudian mencontohkan aksi puluhan ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang berlangsung di depan Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari Bundaran HI. Menurut Budi, kawasan UOB Plaza juga telah beberapa kali digunakan sebagai titik pengalihan aksi mahasiswa yang sebelumnya direncanakan menuju Bundaran HI.

Budi menilai lokasi tersebut menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tetap dapat dilakukan tanpa harus berada tepat di Bundaran HI.

"Aspirasi tersampaikan dengan baik seperti yang tadi menjadi contoh, aksi massa bisa tersampaikan dengan baik, aman, tertib, memikirkan masyarakat lainnya agar bisa beraktivitas seperti biasa," ucapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y