Polda Metro Ingatkan Dampak Demo di Bundaran HI, Singgung MRT hingga Kedutaan

AKURAT JAKARTA – Kepolisian mengimbau massa aksi unjuk rasa tidak menjadikan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi penyampaian pendapat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, imbauan tersebut mempertimbangkan sejumlah objek penting yang berada di sekitar kawasan Bundaran HI.
Menurut Budi, Bundaran HI merupakan salah satu pusat mobilitas masyarakat sekaligus kawasan ekonomi di Jakarta.
Di lokasi tersebut juga terdapat fasilitas transportasi publik hingga kantor perwakilan negara asing.
"Kita juga melihat bahwa di dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, ada beberapa tempat yang diperbolehkan. Ada dua titik MRT yang ada di Bundaran HI, ada tiga kedutaan, ada sentra-sentra ekonomi lainnya," ujar Budi kepada wartawan usai aksi demo buruh di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Budi mengatakan, penyampaian pendapat tidak hanya perlu mempertimbangkan bagaimana aspirasi disampaikan.
Dampak aksi terhadap keamanan dan aktivitas masyarakat di sekitar objek vital juga harus diperhitungkan.
Termasuk, kata dia, proses pemulihan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.
Karena itu, kepolisian menyiapkan sejumlah titik yang dinilai lebih tepat untuk menjadi lokasi penyampaian aspirasi. Salah satunya berada lebih dekat dengan kantor lembaga negara yang menjadi tujuan massa.
"Pada saat kita menyampaikan aspirasi, tujuannya adalah apa yang kita sampaikan, tersampaikan kepada pihak yang kita harapkan," kata Budi.
Budi menyebut, kepolisian telah menyediakan titik-titik tertentu agar aspirasi massa tetap dapat diterima oleh pihak yang dituju.
"Aspirasi itu makanya kita buat ‘kolam’, yang pertama di Silang Monas Selatan biar dari Istana juga bisa merespons, seperti pada hari ini. DPR ada BAM, Badan Aspirasi Masyarakat. Kalau di Bundaran HI siapa yang akan mendengar?" lanjutnya.
Ia kemudian mencontohkan aksi puluhan ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang berlangsung di depan Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari Bundaran HI. Menurut Budi, kawasan UOB Plaza juga telah beberapa kali digunakan sebagai titik pengalihan aksi mahasiswa yang sebelumnya direncanakan menuju Bundaran HI.
Budi menilai lokasi tersebut menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tetap dapat dilakukan tanpa harus berada tepat di Bundaran HI.
"Aspirasi tersampaikan dengan baik seperti yang tadi menjadi contoh, aksi massa bisa tersampaikan dengan baik, aman, tertib, memikirkan masyarakat lainnya agar bisa beraktivitas seperti biasa," ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 6Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 7Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UNL, 25 September 2026: Duel Sengit di Rajko Mitic
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







