Jakarta

Jika Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tak Ada Kemajuan, Presiden KSPSI Ancam Kerahkan 100 Ribu Buruh Kepung DPR

Laode Akbar | 24 September 2026, 16:32 WIB
Jika Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tak Ada Kemajuan, Presiden KSPSI Ancam Kerahkan 100 Ribu Buruh Kepung DPR
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, memastikan 100.000 buruh akan masuk Jakarta jika tidak ada kemajuan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan hingga 30 September 2026.

Hal itu disampaikannya saat berorasi dalam aksi demo buruh di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

"Jadi batas waktunya 30 September. Apabila tidak ada kemajuan berarti, kami pastikan 100.000 buruh akan masuk Jakarta!," tegas Andi Gani.

Baca Juga: Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol

Andi mengatakan, aksi hari ini baru menunjukkan sekitar 5 persen kekuatan buruh. Jika pemerintah dan DPR tidak serius mengakomodasi aspirasi mereka, kekuatan massa akan dilipatgandakan.

"Apabila pemerintah dan DPR bermain-main, kami pastikan kami akan lipat gandakan kekuatan. Dan kami akan turun di awal Oktober supaya DPR dan pemerintah serius mendengar aspirasi kami," ujarnya.

Menurut Andi, masih ada sejumlah pasal krusial yang belum disepakati buruh, terutama terkait pengupahan, pemagangan, dan outsourcing.

"Masih ada pasal-pasal krusial seperti pengupahan kami belum setuju, lalu pemagangan kami belum setuju, lalu soal outsourcing kami belum setuju," katanya.

Baca Juga: Tak Berlangsung Lama, Massa Demo Buruh Sudah Membubarkan Diri dari Kawasan Sudirman

Meski demikian, ia mengakui sejumlah usulan buruh telah diakomodasi, seperti pendidikan dan pelatihan serta jaminan sosial.

Andi mengatakan, pihaknya akan terus memantau pembahasan RUU Ketenagakerjaan melalui perwakilan yang mengikuti proses di DPR.

Ia juga menyebut akan kembali berunding dengan pimpinan DPR dan seluruh fraksi.

"Kami juga mengirimkan perwakilan untuk mengikuti terus yang terjadi di DPR. Jadi kami pastikan kami menerima informasi yang valid," ucapnya.

Andi menegaskan, jika tidak ada kemajuan berarti hingga batas waktu yang diberikan, pengerahan 100.000 buruh ke Jakarta akan dilakukan secara aman dan damai.

"Kami pastikan 100.000 buruh masuk Jakarta dengan aman dan damai, saya jamin itu," pungkasnya.

Baca Juga: Ombudsman Bongkar Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Kanwil Ditjenpas Bilang Begini

Diketahui, demo buruh yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, (24/9/2026), membawa 11 tuntutan utama kepada pemerintah.

Isinya tidak hanya menyangkut persoalan upah, tetapi juga kepastian kerja hingga perlindungan pekerja di era digital.

Puluhan ribu buruh ikut dalam aksi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Mereka berasal dari sejumlah kawasan seperti Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.