Jakarta

Antisipasi Perang Total hingga Gencatan Senjata, Iran Terbitkan Pedoman Darurat Pertahanan

Yusuf Doank | 6 Oktober 2026, 22:05 WIB
Antisipasi Perang Total hingga Gencatan Senjata, Iran Terbitkan Pedoman Darurat Pertahanan
Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency

AKURAT JAKARTA – Militer Iran menerbitkan dokumen pedoman pertahanan pasif nasional yang memuat skenario antisipasi menghadapi tiga kemungkinan situasi konflik

Skenario tersebut berakhirnya perang, gencatan senjata, hingga perang skala penuh (total war).

Pedoman diterbitkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollah.

Baca Juga: Minta Pramono Hentikan Pengusiran Warga Rusun, Legislator Golkar Ramly HI: Ada yang Lagi Flu Diusir Keluar

Dan menjadi pijakan pelaksanaan program Peringatan Pertahanan Pasif Iran 2026 di tengah memanasnya konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam skenario perang total, Pemerintah Iran menginstruksikan penghentian seluruh kegiatan publik berskala besar dan acara tatap muka.

Seluruh fokus diarahkan pada kesiapan operasional, pengelolaan sumber daya, serta koordinasi bantuan darurat.

Apabila terjadi gencatan senjata tanpa perjanjian damai resmi, prioritas dialihkan pada penguatan keamanan informasi dan kewaspadaan perang hibrida.

Sementara jika perang dinyatakan usai, aktivitas sosialisasi serta pelatihan pertahanan pasif akan dilanjutkan sesuai rencana normal.

"Dokumen ini juga memerintahkan pembaruan rencana operasional berdasarkan evaluasi dari pengalaman konflik yang dihadapi Iran sebelumnya," rilis kantor berita Fars, Selasa (15/9/2026).

Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah ini terus meluas pascaserangan besar-besaran AS dan Israel ke fasilitas militer serta infrastruktur rudal Iran sejak Februari lalu, yang dibalas Teheran melalui rentetan serangan rudal dan drone.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y