Jakarta

Minta Pramono Hentikan Pengusiran Warga Rusun, Legislator Golkar Ramly HI: Ada yang Lagi Flu Diusir Keluar

Laode Akbar | 2 Oktober 2026, 11:05 WIB
Minta Pramono Hentikan Pengusiran Warga Rusun, Legislator Golkar Ramly HI: Ada yang Lagi Flu Diusir Keluar
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghentikan pengusiran warga dari rumah susun (rusun).

Ramly menyampaikan permintaan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait 4 rancangan peraturan daerah (raperda), Kamis (1/10/2026).

Ia menyoroti proses pengusiran penghuni rusun yang menurutnya masih terjadi terhadap warga yang dinilai tidak mampu.

Baca Juga: Soroti 145 Kelurahan Belum Punya Karang Taruna, Legislator Golkar Ramly HI Minta Pemprov Cari Solusi

"Yang kedua, hentikan pengusiran di rumah susun. Sekali lagi, hentikan pengusiran warga di rumah susun," kata Ramly dalam rapat paripurna.

Ramly bahkan mengaku telah menerima bukti terkait warga rusun yang tetap diusir meski sedang dalam kondisi sakit.

"Saya sudah WA, ada bukti-bukti, bagaimana warga yang lagi kena flu, diusir keluar. Warga yang kena flu, diusir keluar," ujarnya.

Menurut Ramly, kondisi tersebut menjadi persoalan kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian Pemprov DKI Jakarta.

"Ini perikemanusiaannya ada di mana ini?" kata Anggota Komisi E itu.

Ia kemudian meminta adanya evaluasi terhadap jajaran Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto. Ramly bahkan secara langsung meminta kepala dinas terkait diganti.

"Ganti itu kepala dinas perumahan susun," tegasnya.

Ramly menilai persoalan tersebut berkaitan dengan beban yang harus ditanggung masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rusun.

"Ini dari atas sampai ke bawah mencari untung kepada rakyat yang tidak punya uang, tidak mampu, tidak termampu-mampu," ujarnya.

Selain persoalan pengusiran, Ramly juga menyinggung beban bunga yang menurutnya masih dirasakan warga rusun.

"Bunga per bunga. Sementara bahwa waktu Gubernur berkantor di sini sudah menyampaikan bahwa akan menghapus bunga, tetapi ternyata riba di atas riba," kata Ramly.

Ramly menegaskan persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Ia pun kembali meminta Pramono menghentikan pengusiran terhadap warga rusun.

"Ini berkali-kali kita sampaikan. Tolong, Pak Gubernur, hentikan pengusiran rakyat di rumah susun," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y