Jakarta

Danantara Gandeng Investor Global di New Asia Forum 2026, Targetkan Mobilisasi Investasi 30 Miliar Dolar AS

Yusuf Doank | 22 Oktober 2026, 18:42 WIB
Danantara Gandeng Investor Global di New Asia Forum 2026, Targetkan Mobilisasi Investasi 30 Miliar Dolar AS
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam sesi Coffee Morning bersama media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026),

AKURAT JAKARTA – Danantara Indonesia menargetkan mobilisasi investasi sebesar 30 miliar dolar AS melalui New Asia Forum (NAF) 2026 yang akan diselenggarakan pada 3–4 Desember 2026 di Bali.

Forum tersebut dirancang untuk mempertemukan investor global dengan proyek strategis serta menghasilkan kesepakatan investasi yang konkret dan terukur.

Diselenggarakan di bawah patronase Presiden Prabowo Subianto, NAF 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin global, lebih dari 100 pembicara, dan 40 sesi pembahasan yang melibatkan kepala negara, pengelola dana investasi negara (sovereign wealth funds), investor institusional, perusahaan multinasional, serta lembaga pembiayaan pembangunan.

Baca Juga: LRT, MRT, dan Busway Bakal Terintegrasi, Danantara Siap Danai Proyek Transportasi Massal Jakarta

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam sesi Coffee Morning bersama media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026), mengatakan forum tersebut menjadi instrumen strategis untuk menarik modal global sekaligus menempatkan Danantara sebagai mitra investasi jangka panjang.

"Mandat Danantara Investment Management adalah menarik modal swasta dan global untuk berinvestasi bersama kami di sektor-sektor strategis Indonesia. New Asia Forum adalah platform untuk mewujudkannya," ujar Pandu.

Menurutnya, NAF 2026 tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan komitmen modal, kesepakatan investasi, dan pembiayaan proyek yang dapat ditindaklanjuti.

"Di NAF, kami akan mengumumkan komitmen modal dan investasi strategis sekaligus menunjukkan bahwa Danantara Indonesia hadir sebagai anchor investor yang mampu mendorong masuknya capital berkualitas ke Indonesia," katanya.

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menilai perubahan geopolitik dan pergeseran arus modal internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu tujuan utama investasi global.

Menurut Pahala, kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi belum memperoleh alokasi modal investasi jangka panjang yang sebanding dengan potensi pertumbuhannya.

"Fokus kami adalah mendorong long-term capital untuk melihat bahwa sesungguhnya terdapat banyak sekali kesempatan untuk menempatkan investasi di negara-negara Asia, karena justru di sinilah pusat gravitasi untuk pertumbuhan berada," ujar Pahala.

"Dengan perkembangan geopolitik yang ada, Indonesia bisa menjadi negara destinasi bagi permodalan dari Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara lain yang sedang mencari rumah baru," lanjutnya.

NAF 2026 akan berlangsung dalam dua agenda utama, yakni Discovery & Diligence pada 3 Desember untuk membahas kelayakan proyek, risiko, dan struktur investasi, serta Action & Execution pada 4 Desember yang berfokus pada alokasi modal, kesepakatan investasi, dan implementasinya.

Forum tersebut mencakup delapan sektor prioritas, yakni sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur, infrastruktur digital dan AI, pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan sumber daya manusia.

Sejumlah tokoh global yang dijadwalkan hadir antara lain Chairman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan CEO State Oil Fund of Azerbaijan Israfil Mammadov.

Melalui NAF 2026, Danantara menargetkan tercapainya kesepakatan awal investasi (heads of terms), skema pembiayaan komersial dan blended finance, serta mekanisme pemantauan realisasi investasi untuk memastikan komitmen modal memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y