Jakarta

Cegah Balap Liar, Pemkot Jaksel Pasang Portal di Lima Akses JLNT Antasari Tiap Akhir Pekan

Laode Akbar | 2 November 2026, 15:35 WIB
Cegah Balap Liar, Pemkot Jaksel Pasang Portal di Lima Akses JLNT Antasari Tiap Akhir Pekan
Pemasangan portal di lima titik akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari. (Ist)

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memasang portal di lima titik akses masuk Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari untuk mencegah aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Penutupan akses jalan tersebut akan diberlakukan setiap akhir pekan, mulai 14 November 2026.

Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada waktu rawan terjadinya balap liar.

Baca Juga: Polri Bersama BNN Kerahkan 1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, Gubernur Pramono: Kami Dukung Pemberantasan Narkoba!

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Bernad Oktavianus Pasaribu mengatakan, pemasangan portal merupakan tindak lanjut atas laporan dan aduan masyarakat terkait maraknya aktivitas balap liar di kawasan JLNT Antasari.

"Sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat sekaligus upaya mengantisipasi aksi balap liar di JLNT Antasari, kami bersama tiga pilar melakukan penutupan akses jalan pada jam tertentu demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama," ujarnya, Senin (2/11/2026).

Bernad menjelaskan, pembangunan portal di lima titik akses JLNT Antasari telah selesai dilakukan. Seluruh fasilitas pembatas tersebut kini siap digunakan saat kebijakan penutupan mulai diberlakukan.

Adapun lima titik pemasangan portal tersebut meliputi satu portal di on ramp Terminal Blok M, Kelurahan Melawai, serta dua portal di on ramp Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kelurahan Petogogan.

Kemudian, satu portal dipasang di on ramp Masjid Al-I'tisham, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, dan satu portal lainnya berada di off ramp Pasar Cipete Selatan, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak.

Baca Juga: Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia

Penutupan akses JLNT Antasari dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu dini hari, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Bernad menambahkan, pihaknya terus menyosialisasikan rencana penutupan akses tersebut kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial resmi Pemkot Jakarta Selatan.

Ia berharap, penerapan kebijakan ini dapat menekan aksi balap liar yang berpotensi memicu kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Kami berharap kebijakan ini tidak hanya menekan aksi balap liar, tetapi juga menciptakan ketertiban lalu lintas dan mencegah gangguan keamanan lainnya di kawasan tersebut," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.