Jakarta

5 Alasan Jutaan Perantau Rela Macet-macetan Mudik Demi Berlebaran di Kampung Kelahiran, Nomor 3 Menjadi Agenda Wajib

Fikri Hidayatulloh | 8 April 2024, 22:50 WIB
5 Alasan Jutaan Perantau Rela Macet-macetan Mudik Demi Berlebaran di Kampung Kelahiran, Nomor 3 Menjadi Agenda Wajib

AKURAT JAKARTA - Umat islam Indonesia kemungkinan besar akan merayakan Lebaran Idulfitri tahun ini pada 10 April 2024.

Meski Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat pada 9 April 2024 untuk menentukan Hari Raya Idulfitri, organisasi keagamaan islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, baru-baru ini memutuskan bahwa hari besar umat islam ini jatuh pada 10 April 2024.

Bagi umat islam Indonesia, Lebaran Idulfitri merupakan momen spesial menjalin kembali tali silaturrahmi untuk keluarga, teman, dan tetangga.

Baca Juga: SIMAK! Berikut 50 Lokasi Bengkel Siaga Mitsubishi di Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi hingga Kalimantan, Lengkap dengan Alamat dan Nomor Telephon

Demi merayakan momen spesial inilah, menjelang akhir-akhir Bulan Ramadan, masyarakat yang berada di perantauan biasanya akan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman masing-masing.

Fenomena masyarakat perantauan pulang kampung, dalam tradisi Lebaran Idulfitri, dikenal sebagai mudik.

Di artikel berjudul Tinjauan Antropologi Hukum dan Budaya Terhadap Mudik Lebaran Masyarakat Yogyakarta yang terbit di e-Journal UIN Sunan Kaligaja, Suud Sarim Karimullah, menyatakan mudik berasal dari kata udik yang berarti kampung.

Baca Juga: Mengenal Halal bihalal, Tradisi Silaturrahmi Khas Indonesia di Hari Lebaran, Jangan Buru-buru Beri Stempel Bid'ah!

Adapun aktivitas yang mempunyai tujuan untuk pulang ke kampung kelahiran bisa dikatakan sebagai mudik.

Ada juga yang mengakan mudik berasal dari mulih dilik dalam Bahasa Jawa Ngoko yang berarti pulang sebentar.

Mudik menjadi agenda tahunan bagi masyarakat Indonesia yang hidup merantau, entah karena pekerjaan atau belajar, untuk pulang ke kampung kelahiran demi berkumpul kembali dengan keluarga.

Baca Juga: Pemudik Wajib Tahu! Simak Tips Mengatasi Ngantuk Ketika Berkendara Jauh

Mudik memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat, antara lain:

1. Sungkeman

Sungkeman merupakan tradisi yang sudah lama ada di Indonesia, terutama pada sosial kehidupan masyarakat Jawa.

Sungkeman pada saat Lebaran merupakan rangkaian dari tradisi Halal bihalal untuk saling memaafkan yang pada semula berkembang di keraton-keraton Jawa.

Baca Juga: Update Kecelakaan Maut GranMax di Tol Cikampek, Petugas Evakuasi 13 Kantong Jenazah dan Satu Korban Berhasil Diidentifikasi

Dalam proses sungkeman, yang muda merendahkan posisi dengan membungkukkan badan atau bersimpuh di depan yang lebih tua seraya meminta maaf atas perbuatan khilaf yang pernah diperbuat.

2. Silaturrahmi

Selain berbentuk kunjungan dalam hidup bertetangga demi menjalin kekerabatan dan persaudaraan, silaturrahmi juga sering dilakukan secara massal lewat ajang halal bihalal.

Silaturrahmi merupakan rasa rahmat dan kasih sayang dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk mempererat hubungan persaudaran dan mempertebal ikatan batin.

Baca Juga: Jokowi: Manajemen Arus Mudik Cukup Baik dan Terkendali, Laka Lantas Jauh Lebih Menurun

3. Ziarah Kubur

Ziarah kubur merupakan salah satu agenda bagi pemudik ketika pulang kampung.

Pemudik akan menziarahi kuburan-kuburan sanak keluarga, mengambil pejaran dan sebagai pengingat adanya sebuah kematian.

4. Bernostalgia di kampung halaman

Mudik juga menjadi momen penting untuk bertemu kembali dan bercanda gurau dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, dan sahabat.

Baca Juga: 25 Ucapan Selamat Idul Fitri 2024, Cocok Jadi Pesan Lebaran untuk Keluarga, Kerabat, Teman dan Rekan Kerja

5. Rekreasi

Rekreasi bersama keluarga juga merupakan salah satu agenda yang biasanya dilakukan bagi pemudik.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.