Jakarta

Gunung Merapi Meletus Muntahkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Menjauh

Ainun Kusumaningrum | 31 Mei 2024, 19:49 WIB
Gunung Merapi Meletus Muntahkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Menjauh

AKURAT JAKARTA  - Gunung Merapi kembali meletus Masyarakat diimbau untuk menjauhi lokasi sekitar Gunung Merapi.

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran pada Jumat (31/5/2024) pukul 05.31 WIB.

Dikutip dari akun X @BPPTKG, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan kondisi terkini Merapi.

Baca Juga: Legenda Arsenal Cesc Fabregas Beri Motivasi di Sesi Latihan Timnas U-20, Bang Zaki: Semangat Jelang Turnamen Maurice Revello 2024

Awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 65 mm, durasi 109,76 detik, jarak luncur 1000 m, ke arah barat daya (Kali Bebeng), angin bertiup ke arah timur.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," tulis BPPTKG Jumat (31/5/2024).

Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini adalah Siaga (Level 3).

Baca Juga: Elektabilitas Bacagub DKI Jakarta Zaki Iskandar Terus Meningkat, Intens Lakukan Agenda Politik

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Yakni meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (Km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Baca Juga: Elektabilitas Bacagub DKI Jakarta Zaki Iskandar Terus Meningkat, Intens Lakukan Agenda Politik

Sedangkan lontaran material bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau hingga radius 3 km dari puncak.

"Dari data pemantauan, suplai magma masih berlangsung. Suplai magma ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis BPPTKG.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan Awan Panas Guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.