Jakarta

Peternakan Sapi Biogas Cikoko Jaksel, Contoh Nyata Energi Terbarukan, Salah Satunya Gas yang Disalurkan ke Rumah Warga

Yasmina Nuha | 12 Juli 2024, 12:59 WIB
Peternakan Sapi Biogas Cikoko Jaksel, Contoh Nyata Energi Terbarukan, Salah Satunya Gas yang Disalurkan ke Rumah Warga

 

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengunjungi Peternakan Sapi Biogas di Cikoko, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/7/2024).

Dalam kunjungannya tersebut, Heru ditemani CEO PT Swen Inovasi Transfer Sri Wahyuni, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, dan beberapa jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melihat berbagai produk hasil olahan limbah sapi.

"Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Jakarta Pusat, kepada BazNas, dan tentunya Ibu Sri selaku pembimbing di lokasi ini," kata Heru.

Baca Juga: Gak Tau Terimakasih! Anak Influencer Pemilik Akun Pororo Kucing Disiksa ART, Padahal Kerjanya Cuma Nyapu dan Masak

Ia pun menyampaikan bahwa peternakan sapi biogas ini sudah berdiri di tengah masyarakat sejak sekitar tahun 1960-an dan sudah perkembang jadi peternakan yang menghasilkan energi terbarukan.

"Yang pertama, pertenak Sapi tetap disini. Warga juga tidak terganggu. Jadi manfaatnya banyak. Ini adalah contoh energi terbarukan. Kalau ditanya energi terbarukan, mana contohnya? Ya kesini aja," katanya.

Selain itu, Heru pun menyampaikan berbagai produk olahan limbah kotoran dan urine sapi yang dihasilkan oleh peternakan sapi ini, salah satunya yaitu gas.

Baca Juga: Wujudkan Jakarta Jadi Kota Global, Heru Budi Apresiasi 15 Pemenang Derap Kerja Sama Jakarta Awards 2024

"Jadi limbah sapi, ada kotoran sapi, ada pipis sapi, itu diolah. Yang pertama, bisa mendapatkan gas. Gas disalurkan kepada warga sampai saat ini sejumlah 27 rumah," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini biaya gas tersebut masih digratiskan oleh koperasi peternakan sapi itu. Namun, ke depan mereka akan mulai mematok harga per rumah.

"Nah ke depan akan dikenakan tarif Rp30.000 per rumah/bulan. Kalau warga biasanya menghabiskan 2 LPG ya, itu bisa menghabiskan Rp60.000, sekarang ditarik Rp30.000 dan gasnya tanpa batas, silahkan aja pakai," katanya.

Baca Juga: Jangan Lupa Datang, Seru-seruan di Konser Jakarta Fair 2024 Malam Ini Tampil Guyon Waton, Endank Soekamti dan Pitu

Ia juga menjelaskan bahwa dengan menggunakan gas dari limbah kotoran sapi, masyarakat dapat lebih hemat penggunaan gas dibanding menggunakan gas elpiji biasa.

"Tadi dari Dewan Kota Jakarta Selatan menyampaikan beliau sudah saving selama 3 bulan. Kalau dikonversi ke rupiah, sudah saving 600 ribu rupiah rumahnya Pak Dewan Kota. Udah bagus tuh, ada 3 dan 27 rumah," jelasnya.

Tidak hanya gas, tersedia juga pupuk cair dari urine kotoran sapi yang dibanderol dari harga Rp20.000-Rp25.000 per botol, serta pupuk padat dari kotoran sapi yang dibanderol seharga Rp10.000 per bungkus.

"Kenapa saya harus endorse ini? Karena ini bagian dari yg tadi, ramah lingkungan, energi terbarukan dan organik menghasilkan tadi gas ini satu," tambahnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y