Jakarta

Erina Gudono Disebut-sebut Netizen Mirip Marie Antoinette, Siapakah Dia?

Titania Isnaenin | 22 Agustus 2024, 20:11 WIB
Erina Gudono Disebut-sebut Netizen Mirip Marie Antoinette, Siapakah Dia?

 

AKURAT JAKARTA - Baru-baru ini istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono disebut-sebut mirip dengan Marie Antoinette oleh netizen.

Dugaan sebutan Marie Antoinete ini muncul usai Erina Gudono pamer kemewahan saat liburan ke Amerika.

Merasa marah, netizen meramaikan nama Erina di media sosial X.

"Erina bangun image as mantu presiden yang putri indonesia, lulusan UGM, jawa tulen, cantik, pinter & educated. Tapi sekarang di cap tonedeaf, marie antoinette-coded" tulis salah satu netizen.

Lantas, siapakah Marie Antoinette ini?

"Let them eat cake" adalah salah satu frasa yang paling melekat dengan sosok Marie Antoinette.

Marie Antoinette adalah seorang perempuan yang lahir dan besar di kerajaan Austria.

Baca Juga: Erina Gudono Jadi Perbincangan Hangat Media Sosial X, Imbas Pamer Liburan Mewah ke Amerika

Marie menikah dengan seorang raja bernama Raja Louis XVI dari Prancis.

Sosok Marie Antoinette sangat melekat dengan kemewahan.

Hidupnya yang glamor ditengah kemerosotan monarki Prancis menjadi satu-satunya sejarah yang begitu diingat masyarakat Prancis.

Marie adalah ratu yang menyukai hiburan, tak jarang ia senang terlibat dalam pemilihan hiburan yang akan digelar di Istana.

Ia juga suka menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tak penting, salah satunya adalah berjudi.

Ya, dibalik keglamoran hidup Marie Antoinette, ia gemar sekali berjudi.

Baca Juga: Ditengah Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Kaesang Pilih Pergi ke Amerika Serikat Dengan Istrinya, Kenapa?

Sampai-sampai, raja merasa khawatir jika kekayaan kerajaan akan habis lantaran sang istri gemar berjudi namun sering kalah taruhan.

Hingga pada tahun 1780-an, Prancis benar-benar dalam keadaan krisis karena gagal panen dan harga gandum yang meroket.

Ditambah lagi, pemerintah sedang mengalami kesulitan keuangan imbas gaya hidup mewah sang ratu.

Masyarakat yang saat itu mengetahui sikap boros ratu Marie Antoinette akhirnya menyebarkan banyak pamflet sindiran.

Pamflet itu disebarkan ke seluruh penjuru negeri, semuanya berisi perasaan jijik rakyat terhadap sikap Marie.

Baca Juga: Sejumlah Selebritis Serukan Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Reza Rahadian: Ini Bukan Negara Milik Keluarga Tertentu

Namu, bukannya berhenti menghambur-hamburkan uang, Pada 1783 Marie justru memilih untuk membangun sebuah desa pertanian di tanah Istana Verasilles.

Ia meminta dibangunkan desa pertanian di istana itu hanya karena merasa bosan dan ingin hidup seperti rakyat jelata.

Desa buatan itu dilengkapi dengan rumah pertanian, pondok, penggilingan, hingga hewan ternak yang digunakan untuk tempat main bagi Marie Antoinette bersama teman-temannya.

Sejarah juga menyebutnya sebagai tempat pelarian diri dari kecaman masyarakat yang sangat menentang gaya hidupnya.

Tak tanggung-tanggung, Marie memainkan perannya selayaknya seperti warga desa.

Baca Juga: Rapat Paripurna Tak Penuhi Kuorum, DPR RI Batal Sahkan RUU Pilkada

Marie bahkan berpakaian seperti pengembala wanita dan berpura-pura sebagai petani.

Memerah susu sapi dan berjalan disekitar peternakan.

Tempat ini memang dibuat sangat indah. Tapi, banyak anggota kerajaan hingga masyarakat yang menganggap bahwa Marie sedang mengejek petani.

Bahkan dikala itu, Marie dengan sadar meminta rakyat untuk memakan kue jika tak mampu beli roti.

"If the people have no bread, then let them eat cake."

Baca Juga: Peringatan Darurat Banyak Digaungkan Rakyat Indonesia, Apa yang Darurat?

Namun ada juga yang mengatakan bahwa semua itu fitnah, dan bukan Marie lah yang mengucapkan kalimat itu.

Karena kesombongannya itulah, revolusi tak bisa terelakkan.

Marie Antoinette resmi dieksekusi mati pada usianya yang menginjak ke 37 tahun.

Ia bahkan sempat meminta algojo untuk mengampuninya, namun permintaannya ditolak. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.