Fraksi PDIP Usul Prioritas Dana APBD DKI Untuk Program Sekolah Swasta Gratis Dibanding Makan Bergizi Gratis

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah merencanakan dua program untuk sekolah-sekolah di Jakarta, yaitu program sekolah swasta gratis dan makan bergizi gratis.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Jhonny Simanjuntak, menyarankan agar dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diprioritaskan untuk program sekolah swasta gratis dibanding program makan bergizi gratis.
Wakil Ketua Sementara DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, sebenarnya dana APBD mampu untuk mendanai kedua program itu.
Namun, ia menyarankan agar lebih diprioritaskan untuk membangun sumber daya manusia lewat program sekolah swasta gratis.
"Ini juga kalau nanti kita atur, sebenarnya bisa juga (makan bergizi gratis), tapi memang harus bagi kita kan lebih bagus kepada sumber daya manusianya yang kita bangun, kalau pandangan saya pribadi," kata Jhonny di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).
"Kalau ini (makan bergizi gratis) sudah program pemerintah pusat, ya saya kan gimana mau mengatakan. Tapi kalau saya pribadi, lebih bagus dana APBD Jakarta itu kita dedikasikan untuk membangun SDM yang bagus," imbuhnya.
Ia pun menjelaskan, pihaknya harus melihat dahulu apakah APBD dapat mampu mendanai keduanya, mengingat program sekolah swasta gratis sudah jadi rencana yang harus dilaksanakan.
"Karena sekolah gratis itu bagi pandangan seluruh anggota Fraksi DPRD Komisi E, itu sudah suatu hal yang niscaya, jangan lagi ditunggu-tunggu. Wajib belajar, bukan lagi 12 tahun, 13 tahun dari Paud," katanya.
Ia menjelaskan, fondasi dasar untuk para siswa terdapat di program sekolah swasta gratis sebelum mereka mendapatkan makan bergizi gratis.
"Kalau dasarnya sudah kuat, fondasinya sudah kuat ini akan mantap. Tapi kalau fondasinya lemah, akan goyang-goyang juga," imbuhnya.
Terkait program makan bergizi gratis, ia pun mengatakan, pihaknya akan membahas terlebih dahulu apakah dana APBD mampu mendanai kedua program tersebut atau tidak.
"Ya nanti akan kita bahas ya kita lihat, mampu nggak kita. Jangan sampai hal-hal yang kayak tadi, masalah sumber daya manusia kita itu yg paling penting sebenarnya. Kalau kita dedikasikan itu untuk sekolah gratis seluruh Indonesia kan bagus," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

