Jakarta

Terkait Tiang Monorel yang Mangkrak di Sejumlah Lokasi di Jakarta, Ahok Beri Saran Begini ke Gubernur Pramono Anung

Yasmina Nuha | 22 Mei 2025, 13:54 WIB
Terkait Tiang Monorel yang Mangkrak di Sejumlah Lokasi di Jakarta, Ahok Beri Saran Begini ke Gubernur Pramono Anung

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi terkait wacana Pemprov DKI yang ingin menyelesaikan tiang-tiang monorel yang mangkrak.

Menurutnya, tiang-tiang monorel tersebut dapat dipotong atau dibongkar dan kemudian diganti dengan berbagai tanaman.

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya hanya bisa sekedar menyarankan dan tidak ingin ikut campur lebih lanjut.

Baca Juga: Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Heerenveen di Playoff Eredivisie, 22 Mei 2025: Momentum Tuan Rumah Hadapi Mimpi Lama De Superfriezen

"Bisa dipotong mungkin. Atau dikasih tanaman kali, saya nggak tahu. Aku udah nggak ikut campur," ujar Ahok usai menemui Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2025).

Lebih lanjut, ia mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui bagaimana proses hukum yang ada proyek monorel itu. Namun, ia menegaskan bahwa tiang tersebut milik Pemprov DKI.

"Saya nggak tahu gimana proses hukumnya, tapi harusnya itu punya Jakarta sih. Kalau punya Jakarta mungkin teknis bisa dipotong mungkin. Saya nggak tahu," tukasnya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa dirinya ingin menyelesaikan persoalan 90 tiang monorel yang mangkrak sejak 2011 di wilayah HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, dan Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Ada kolom-kolom untuk monorel yang sampai hari ini semuanya gak mau nyentuh untuk diselesaikan. Kalau saya, bagi saya pribadi ini adalah hal yang harus diselesaikan," ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga: Toyota Kijang Kapsul 2025 Resmi Meluncur! Mobil Legendaris dengan Desain Modern dan Mesin Irit

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proyek Monorel ini sudah diganti dengan proyek Lintas Rel Terpadu (LRT). Saat ini proyek tersebut terhenti dan tinggal tersisa tiang-tiangnya.

"Ini kan berhenti karena ada persoalan hukum pada waktu itu antara kontraktor, pelaksana dan sebagainya-sebagainya," jelasnya.

Saat ini terdapat 90 tiang monorel yang dibiarkan berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said-Jalan Asia Afrika.

Pembangunan monorel ini dimulai pada 2004. Saat itu, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Saat itu Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso.

Pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorel (PT JM), dikabarkan terkena masalah dalam pendanaan.

Saat itu, tiang-tiang yang telah dibangun mangkrak dan tak dilanjutkan. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi USD 144 juta.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Tangerang Gelar Festival UMKM Ngider Kecamatan, Dimulai dari Balaraja

Lalu pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan.

Pihak PT Jakarta Monorel minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak.

Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.