Atasi Maraknya Parkir Liar di Jakarta, Ahok Dukung Pembayaran Digital dan Cashless

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi wacana Pemprov DKI yang ingin membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus perparkiran untuk mengatasi maraknya parkir liar.
Ahok mengatakan bahwa dirinya tidak tidak mengetahui lebih lanjut terkait pembentukan BUMD tersebut.
Namun, ia menegaskan dalam mengelola perparkiran ini diperlukan sistem pembayaran yang digital dan tidak perlu tunai alias cashless agar dapat didata dengan mudah.
Baca Juga: Menteri UMKM Gagas Koperasi Kemitraan sebagai Solusi untuk Aplikator dan Mitra Ojek Online
"Aku pikir ke depan gitu, saya nggak tahu. Beliau gimana ya, sistem minimalnya mesti digital ya. Supaya kecatat ya, mesti cashless," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2025).
Ia juga menjelaskan, sebelumnya pihak Pemprov DKI sudah pernah mencoba sistem cashless dalam perparkiran ini. Saat ini sistem tersebut sudah semakin canggih.
"Kayak dulu lah kita pernah coba. Mungkin yang lebih canggih lagi dari sekarang. Mungkin ya, saya nggak tahu," katanya.
Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung akan membahas lebih lanjut terkait dengan usulan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus untuk pengelolaan perparkiran.
"Ya nanti kami akan diskusikan secara lebih mendetail," ujar Pram, sapaan akrabnya di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Sebelumnya, wacana pembentukan BUMD ini muncul dari Komisi C DPRD DKI Jakarta yang menilai, hingga saat ini masih banyaknya parkir liar yang menjamur. Dengan itu, Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dari retribusi parkir bocor hingga triliunan rupiah.
Terkait hal itu, Pram pun beranggapan, persoalan terkait perparkiran ini memang perlu dibenahi. Sebab, persoalan ini sudah tidak pernah diubah selama belasan tahun.
"Memang perparkiran juga akan kita lakukan pembenahan, karena parkir di Jakarta ini sudah 15 tahun tidak pernah berubah," terangnya.
Lebih lanjut, Pram juga menyetujui agar pembayaran parkir kendaraan dilakukan tanpa uang tunai (cash) atau cashless.
Politikus PDIP itu menilai, dengan pembayaran cashless, pengelolaan parkir di berbagai wilayah Jakarta dapat terkelola dengan baik.
"Maka dengan demikian, supaya parkir ini menjadi terkelola lebih baik, saya termasuk setuju kalau kemudian parkir itu cashless, tidak pakai uang cash," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 6Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 7Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 8Prediksi Skor Brighton vs Brentford di Premier League, 8 November 2026: Misi The Seagulls Pertahankan Rekor Kandang
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



