Jakarta

Duh! KPK Temukan Selisih Anggaran Minus di Pembangunan Sekolah Jakarta, Pramono Tegaskan Beri Atensi

Yusuf Doank | 27 Mei 2025, 20:00 WIB
Duh! KPK Temukan Selisih Anggaran Minus di Pembangunan Sekolah Jakarta, Pramono Tegaskan Beri Atensi

AKURAT JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II menemukan deviasi atau selisih anggaran minus 31 persen dalam proyek pembangunan sekolah di DKI Jakarta.

Kepala Satgas II Korsup Wilayah II KPK Dwi Aprilia Linda Astuti mengatakan, temuan ini diungkap oleh tim Satuan Tugas (Satgas) II Korsup Wilayah II KPK saat meninjau pembangunan TK Negeri, SD Negeri 01 dan 02 Cikini, serta Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/5/2025).

"Proyek tersebut merupakan bagian dari enam paket pembangunan sekolah yang berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan DKI Jakarta," ujad Dwi dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/52025).

Baca Juga: Dua Rute Baru Transjabodetabek Bakal Diresmikan, Pramono Anung Beri Bocoran: Paling Lambat Pekan Depan

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nahdiana terkait hal ini.

Pram, sapaan akrabnya menyebut, terkait dengan temuan KPK ini, dirinya menduga pasti terdapat sesuatu yang disembunyikan.

"Dan saya sudah bicara dengan Ibu Kepala Dinas Pendidikan yang baru supaya saya memberikan atensi terhadap apa yang menjadi temuan KPK karena pasti ada sesuatu," ujar Pram kepada wartawan, dikutip Selasa (27/5/2025).

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Fitur Terbaru Aplikasi Sirukim, Pendaftaran Rusunawa Jadi Lebih Cepat, Hanya 3 Hari

Ia menjelaskan, dari temuan KPK tersebut, terdapat beberapa SD yang kemudian tidak selesai sesuai dengan waktunya pembangunannya mengalami kemunduran. Padahal, seharusnya sudah selesai pada waktu tertentu.

"Harusnya kan bulan April, bulan Mei ini, April kemarin selesai ada yang Desember, ada yang April mundur-mundur kan," tuturnya.

Untuk itu, lanjut Pram, apapun yang menjadi temuan KPK tersebut akan pihaknya segera ditindaklanjuti.

"Kita akan selesaikan kemudian dengan yang sama apa yang menjadi temuan KPK atau apa penegak hukum lainnya, kami akan tidak lanjutin, terima kasih," pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y