Jakarta

Cegah Permukaan Tanah di Jakarta Semakin Turun, Gubernur Pramono Minta Warga Tak Ambil Air Tanah untuk Kebutuhan Sehari-hari

Yasmina Nuha | 12 Juni 2025, 15:52 WIB
Cegah Permukaan Tanah di Jakarta Semakin Turun, Gubernur Pramono Minta Warga Tak Ambil Air Tanah untuk Kebutuhan Sehari-hari

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meminta agar warga di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, untuk tidak mengambil air tanah.

Pram, sapaan akrabnya itu menjelaskan, hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta.

"Dan yang paling utama yang harus diketahui publik adalah permukaan kita ini dari waktu ke waktu turun terus. Maka di daerah ini nanti termasuk daerah yang akan kami buat aturan untuk air tanahnya tidak diambil," ujar Pram di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga: Daftar Harga Tiket Konser BLACKPINK di Jakarta, Penjualan Dibagi 3 Fase

Lebih lanjut, kata Pram, jika air tanah terus diambil, maka dapat mempercepat turunnya permukaan tanah. Untuk itu, hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Sehingga dengan demikian penanganan ini kenapa dilakukan sekarang? Untuk melakukan itu. Supaya permukaan tanahnya tidak cepat turun," jelasnya.

Selain itu, politikus PDIP itu juga mengatakan bahwa pihaknya melalui PT PAM Jaya sedang menargetkan untuk pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah Jakarta, termasuk daerah Muara Angke ini.

"Kemudian kami akan segera mendistribusikan air bersih di daerah ini. Karena sekarang ini sudah dikerjakan oleh PAM JAYA ya," tukasnya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan agar layanan air minum perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029 di seluruh wilayah Jakarta.

Hal ini disampaikan Pramono usai meresmikan reservoir komunal di Rusun Tambora, Jakarta Barat, dan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, serta membagikan Kartu Air Sehat PAM Jaya di Rusun Tambora pada Rabu (26/3) lalu.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Tanggul Mitigasi Banjir Rob di Penjaringan Sepanjang 1,4 KM, Gubernur Pramono Harap Rampung pada Desember 2025

Pramono mengatakan, pembangunan reservoir komunal di Rusun Tambora dan Gandaria Utara merupakan salah satu inovasi dan solusi untuk merealisasikan target PAM Jaya, yakni layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2030 di seluruh wilayah Jakarta.

Namun, ia menginstruksikan agar target ini dapat terealisasi lebih cepat, yakni pada 2029, serta menjadi bagian dari sinergi 100 hari program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Untuk itu secara khusus saya sudah meminta kepada jajaran Pemprov Jakarta dan juga Pak Dirut PAM Jaya ini, mudah-mudahan target mengejar air bersih Jakarta sampai dengan 100 persen di tahun 2029 ini bisa terpenuhi. Awalnya 2030, tapi saya meminta 2029," terangnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.