Cegah Permukaan Tanah di Jakarta Semakin Turun, Gubernur Pramono Minta Warga Tak Ambil Air Tanah untuk Kebutuhan Sehari-hari

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meminta agar warga di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, untuk tidak mengambil air tanah.
Pram, sapaan akrabnya itu menjelaskan, hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta.
"Dan yang paling utama yang harus diketahui publik adalah permukaan kita ini dari waktu ke waktu turun terus. Maka di daerah ini nanti termasuk daerah yang akan kami buat aturan untuk air tanahnya tidak diambil," ujar Pram di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga: Daftar Harga Tiket Konser BLACKPINK di Jakarta, Penjualan Dibagi 3 Fase
Lebih lanjut, kata Pram, jika air tanah terus diambil, maka dapat mempercepat turunnya permukaan tanah. Untuk itu, hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat.
"Sehingga dengan demikian penanganan ini kenapa dilakukan sekarang? Untuk melakukan itu. Supaya permukaan tanahnya tidak cepat turun," jelasnya.
Selain itu, politikus PDIP itu juga mengatakan bahwa pihaknya melalui PT PAM Jaya sedang menargetkan untuk pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah Jakarta, termasuk daerah Muara Angke ini.
"Kemudian kami akan segera mendistribusikan air bersih di daerah ini. Karena sekarang ini sudah dikerjakan oleh PAM JAYA ya," tukasnya.
Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan agar layanan air minum perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029 di seluruh wilayah Jakarta.
Hal ini disampaikan Pramono usai meresmikan reservoir komunal di Rusun Tambora, Jakarta Barat, dan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, serta membagikan Kartu Air Sehat PAM Jaya di Rusun Tambora pada Rabu (26/3) lalu.
Pramono mengatakan, pembangunan reservoir komunal di Rusun Tambora dan Gandaria Utara merupakan salah satu inovasi dan solusi untuk merealisasikan target PAM Jaya, yakni layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2030 di seluruh wilayah Jakarta.
Namun, ia menginstruksikan agar target ini dapat terealisasi lebih cepat, yakni pada 2029, serta menjadi bagian dari sinergi 100 hari program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Untuk itu secara khusus saya sudah meminta kepada jajaran Pemprov Jakarta dan juga Pak Dirut PAM Jaya ini, mudah-mudahan target mengejar air bersih Jakarta sampai dengan 100 persen di tahun 2029 ini bisa terpenuhi. Awalnya 2030, tapi saya meminta 2029," terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


