KAI Tinggikan Pagar Pembatas Stasiun Cikini, Gubernur Pramono Pertimbangkan Bangun JPO dan Perbanyak Pintu Masuk

AKURAT JAKARTA - PT KAI mulai meninggikan pagar pembatas di Stasiun Cikini sejak Sabtu (9/8/2025), menyusul maraknya pengguna KRL yang melompati pagar meski tersedia akses resmi.
"Sebelumnya (tinggi pagar) satu meter, sesudah (ditinggikan) menjadi 1,7 meter," ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, Senin (11/8/2035).
Adapun pekerjaan peninggian pagar pedestrian dilakukan pada Sabtu (9/8) dan sudah terealisasi sementara sepanjang 35 gawang atau kurang lebih 70 meter.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk mempermudah akses menuju stasiun tersebut.
Namun, untuk sementara waktu, pihaknya baru berencana akan menambah pintu keluar-masuk di stasiun tersebut.
"Jadi usulan untuk mempermudah termasuk memberikan JPO itu kami pertimbangkan. Tapi dalam waktu dekat pintunya yang diperbanyak," ujar Pramono di kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: Banyak SKPD Tak Hadir di Rapat Raperda KTR, Ketua Pansus Farah Savira Bakal Surati Gubernur Pramono
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan terkait peninggian pagar tersebut belum selesai lantaran banyak warga yang sulit mengakses transportasi umum di sana.
"Tetapi itu belum menyelesaikan persoalan karena bagi warga yang akan naik transportasi umum di sana, terutama untuk KAI-nya ya, itu jalannya kan kejauhan," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Francine Widjojo menilai ada alasan praktis di balik aksi penumpang yang memilih melompati pagar tersebut.
"Untuk menuju pintu masuk di bagian tengah, pejalan kaki sering kali harus menempuh jalan memutar yang cukup jauh," ujar Franchine di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Menurut Francine, kebijakan jalan memutar yang dibuat KAI tidak sepenuhnya keliru karena dapat mencegah area depan pintu masuk menjadi lokasi drop off atau pangkalan ojek. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






