Jakarta

Pemprov DKI Belum Bisa Serahkan KJP Plus Tiap Bulan, Gubernur Pramono: Datanya Selalu Dinamis

Yasmina Nuha | 12 September 2025, 21:34 WIB
Pemprov DKI Belum Bisa Serahkan KJP Plus Tiap Bulan, Gubernur Pramono: Datanya Selalu Dinamis

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyerahkan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus setiap bulan.

Pramono menjelaskan, untuk saat ini pendataan terkait penerima KJP selalu dinamis. Pada tahap kedua saja terjadi perubahan data akibat adanya penerima tahap pertama yang sudah lulus.

"Jadi problemnya adalah, kan ini pendataannya selalu dinamis. Kayak kemarin ada 88 ribu yang lulus, kemudian ada yang 87 ribu yang baru," kata Pramono kepada wartawan, dikutip Jumat (12/9/2025).

Baca Juga: Dishub DKI Temukan 13 Lampu Merah yang Dicuri oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab, Berikut Titik Lokasinya

Untuk itu, kata Pramono, pihaknya pun harus melakukan beberapa penyesuaian dengan adanya perubahan data jumlah penerima tersebut.

"Nah, perubahan-perubahan inilah yang kemudian dilakukan penyempurnaan," katanya.

Politikus PDIP itu pun meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta untuk selalu tepat waktu dalam menyalurkan bantuan KJP ini.

"Tetapi yang jelas, saya tetap meminta kepada jajaran pendidikan untuk jangan terlambat. Dan ini tidak terlambat, ini kan sesuai dengan waktu yang kita tentukan," tukasnya.

Baca Juga: Dirut Bantah Perubahan Status PAM Jaya Jadi Perseroda Bisa Naikkan Tarif Air, Arief Nasrudin: Agar Jadi Lebih Baik Lagi ke Depannya!

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui telah menyalurkan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap 2 kepada 707.513 siswa penerima.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa jumlah penerima tersebut terdiri dari penerima lama maupun penerima baru. Adapun total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp1,61 triliun.

"Untuk KJP plus tahap ke-2 ini disalurkan kepada 707.513 peserta didik, jumlah tersebut terdiri dari 622.157 kelanjutan dari penerima tahap pertama, kemudian ada 85.356 penerima baru, total anggarannya adalah Rp1,61 triliun rupiah," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (11/9/2025). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y