Jakarta

Tinjau Uji Coba Pelican Crossing di Stasiun Cikini, Gubernur Pramono: Warga Tak Perlu Lagi Manjat Pagar dan Mutar Jauh

Yasmina Nuha | 15 September 2025, 20:35 WIB
Tinjau Uji Coba Pelican Crossing di Stasiun Cikini, Gubernur Pramono: Warga Tak Perlu Lagi Manjat Pagar dan Mutar Jauh

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung uji coba fasilitas Pedestrian Light Controlled (Pelican) Crossing di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (15/9/2025).

Ia menjelaskan, pagar stasiun mulai dibuka pada Minggu (14/9), sedangkan pelican crossing resmi beroperasi sejak Senin (15/9) mengikuti jam operasional commuter line, yakni pukul 05.00–24.00 WIB.

Menurutnya, fasilitas ini memberikan akses lebih mudah dan aman bagi pengguna KRL agar tidak perlu lagi memanjat pagar atau berjalan memutar.

"Dengan adanya fasilitas ini, warga tidak perlu lagi memanjat pagar atau berjalan memutar untuk masuk ke stasiun. Harapannya, aksesibilitas, kenyamanan, dan keselamatan pengguna KRL meningkat, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar stasiun," kata Pramono.

Baca Juga: Proyek di Jalan TB Simatupang Ditargetkan Selesai Oktober, Pramono Harap Solusi Jangka Panjang dan Pendek

Ia menegaskan, langkah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas warga Ibu Kota.

"Fasilitas ini dihadirkan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait keterbatasan akses masuk ke Stasiun KRL Cikini. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka pagar di sisi timur stasiun sekaligus menyediakan fasilitas pelican crossing," ujarnya.

Ia juga menekankan, setelah fasilitas ini berfungsi, tidak boleh ada kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan di sekitar stasiun, baik ojek daring, taksi, maupun kendaraan lainnya.

Baca Juga: Uji Coba Gratis Satu Lajur Tol Fatmawati 2 hingga Lebak Bulus Berlangsung Sepekan, Pramono: Urai Kemacetan di Jalan TB Simatupang

“Kalau itu dibiarkan, pasti menambah kemacetan. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan PT KAI. Apabila ada kendala di lapangan, kami berharap segera diinformasikan agar bisa langsung ditindaklanjuti,” tukasnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu memastikan pengawasan di lokasi dilakukan oleh petugas yang disiagakan untuk menjaga ketertiban.

Terkait durasi lampu pelican crossing, ia menyampaikan pengaturan waktunya sudah disimulasikan agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Durasi 10 detik adalah yang paling optimal agar arus lalu lintas tetap lancar. Namun yang terpenting, area ini tidak boleh dijadikan titik naik-turun penumpang, karena justru akan menimbulkan kemacetan," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y