Kurangi Angka Pengangguran, Gubernur Pramono Minta Jajarannya Gunakan APBD untuk Ciptakan Lapangan Kerja

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk menciptakan lapangan kerja.
"Tetapi saya sendiri sudah meminta kepada seluruh jajaran untuk bisa APBD kita itu menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Pramono di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
Ia mengatakan, terkait dengan tingkat pengangguran, Jakarta dibandingkan dengan kota lain masih lebih rendah.
"Jadi tingkat pengangguran di Jakarta secara nasional dibandingkan dengan nasional memang kita lebih rendah," katanya.
Ia juga mengatakan, salah satu cara pihaknya mengatasi pengangguran melalui perekrutan petugas pemadam kebakaran (damkar). Nantinya, mereka akan umumkan pada Rabu (17/9/2025).
"Maka kenapa tadi misalnya dengan Damkar, besok akan diumumkan siapa yang lulus di awal.
Hari Rabu akan diumumkan," katanya.
Politikus PDIP itu juga mengatakan, pihaknya juga akan membuka rekrutmen di tempat lain, termasuk job fair yang diadakan.
"Sehingga dengan demikian, pemerintah Jakarta berusaha untuk berperan serta bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk menurunkan pengangguran," pungkasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mendorong optimalisasi kerja sama antarkota melalui skema sister city untuk menurunkan angka pengangguran di Jakarta.
Menurutnya, hubungan bilateral dengan sejumlah wilayah luar negeri dapat membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta.
Hal itu disampaikan Baco dalam forum audiensi bersama delegasi Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tiga Kebiasaan Sehat Sebelum Makan Siang untuk Mendukung Penurunan Berat Badan
"Jakarta itu mengalami oversupply manusia. Penduduk kita terlalu banyak, tapi banyak yang tidak berpendidikan tinggi. Akhirnya, SDM-nya lemah, daya saingnya rendah, dan pengangguran tinggi," kata Baco. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



