Jakarta

Legislator Golkar Desak PAM Jaya Priotaskan Penyaluran Air Bersih ke Wilayah Kumuh

Yasmina Nuha | 26 September 2025, 10:00 WIB
Legislator Golkar Desak PAM Jaya Priotaskan Penyaluran Air Bersih ke Wilayah Kumuh

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mendorong kepada PAM Jaya untuk terus menyalurkan air bersih ke wilayah permukiman kumuh di Jakarta.

Ia menilai, meski penyaluran air bersih di Jakarta sudah 74%, namun masih banyak warga miskin yang harus membeli air minum dengan harga yang lebih mahal.

"Sayangnya, mesti agak mungkin mapping ya, banyak wilayah-wilayah yang masyarakat menengah ke bawah bahkan kumuh, yang ekonominya pas-pasan, air dia harus beli lebih tinggi daripada kita-kita ini membeli air," kata Baco beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Legislator Golkar Soroti Penambahan Gaji Guru Madrasah di Bawah Kanwil Kemenag yang Masih Kecil

Dengan itu, menurutnya bahwa PAM Jaya masih gagal dan belum mampu mengakses air bersih ke wilayah tersebut.

"Ini kan bisa dibilang kegagalan kita atau belum mampunya kita mencapai ke sana. Faktor keadilannya kita belum capai. Jadi Pak Arief (Dirut PAM Jaya) mungkin agak lebih fokus ke daerah-daerah ya nanti," tuturnya.

Ia pun mencontohkan, beberapa waktu lalu dirinya menerima perwakilan massa aksi demo yang menolak privatisasi PAM di depan Gedung DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga: Golkar Soroti Ketimpangan Akses Air di Jakarta, Warga Miskin Bayar Lebih Mahal

Saat itu, dirinya baru mengetahui bahwa terdapat warga di Kampung Baru, Jakarta Selatan, yang harus membeli air dari gerobak. Dirinya pun mempertanyakan fenomena tersebut.

"Ternyata di Kampung Baru sana ada, masih ada. Yang lucunya lagi, air itu mereka beli dari gerobak itu, Pak Arief. Pertanyaan saya, berarti airnya ada. Berarti airnya ada, ada airnya. Sambungannya nyampe enggak? Ada yang nyampe, airnya keluar, enggak. Terus ngambil airnya dari mana? Master Metter," paparnya.

Usai berdiskusi dengan pendemo kemarin, Koordinator Komisi B itu pun menduga bahwa fenomena ini dipelihara oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Kondisi ini dipelihara, tidak masuk langsung ke rumah-rumah warga yang susah itu. Entah diakali oleh oknum sehingga mereka dapat air, tapi Master Metternya hidup. Sehingga ada pekerjaan jual air dorong," tuturnya.

Untuk itu, ia menegaskan agar PAM Jaya untuk terus meningkatkan penyaluran air bersih ke wilayah permukiman menengah ke bawah.

"Tapi yang paling penting, Pak Arief, tolong daerah-daerah yang masyarakat yang memang hari ini ekonominya jauh di bawah kita, namun mereka beli airnya itu lebih mahal daripada kita. Itu ya," tegasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y