Raperda KTR Larang Merorok di Tempat Hiburan Malam, Gubernur Pramono: Tapi Boleh Jual Rokok

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi kembali terkait wacana aturan larangan merokok di tempat hiburan malam dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Pramono menjelaskan, dalam aturan tersebut, pihaknya memang berencana untuk melarang warga merokok di tempat hiburan malam seperti tempat karaoke.
Namun, ia menegaskan, pihaknya tak melarang orang berjualan rokok di tempat tersebut. Bahkan, ia juga meminta pemiliknya harus menyediakan tempat khusus merokok.
"Seperti yang saya sampaikan berulang kali, yang diatur itu di tempat, misalnyalah, kalau ada tempat karaoke ya di karaokenya yang enggak boleh, tetapi orang berjualan di sana ya enggak boleh dilarang," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (29/9/2025).
"Dan yang paling penting pemilik karaoke harus menyiapkan tempat untuk merokok. Pemiliknya," imbuhnya.
Untuk itu, tak hanya tempat hiburan malam, ia pun meminta agar seluruh fasilitas atau kegiatan yang ada untuk menyediakan tempat khusus merokok tertutup.
Baca Juga: Bertemu Menhub, Pramono Targetkan TOD Dukuh Atas Rampung 2027, Percepat MRT dan LRT
"Jadi intinya, semua fasilitas yang memperbolehkan atau mengadakan acara harus menyiapkan tempat untuk merokok secara tertutup, supaya tidak mengganggu yang lainnya," tukasnya.
Selain itu, Politikus PDIP itu juga menegaskan agar dalam Raperda ini tidak boleh menganggu perekonomian para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Jadi. Raperda tanpa rokok itu yang paling penting tidak boleh mengganggu UMKM," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyetujui terkait kebijakan tempat hiburan malam dimasukkan ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok.
Hal ini disampaikan Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait Penyampaian Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pada Selasa (27/5/2025).
"Eksekutif sepakat bahwa tempat karaoke, club malam, cafe live music masuk ke dalam definisi tempat hiburan dalam tatanan tempat umum di dalam Ranperda Kawasan Tanpa Rokok," ujar Pramono. (*)
Gambar: Ilustrasi - Kawasan Tanpa Rokok di tempat publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





