Khawatir PAD Anjlok Akibat Larangan Jual Rokok, Ketua Pansus KTR dari Golkar Farah Savira: Kita Siapkan Solusinya

AKURAT JAKARTA - Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika terdapat pelarangan penjualan rokok secara penuh.
Politikus Golkar itu mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan solusi agar regulasi tetap berpihak pada kesehatan tanpa memutus rantai ekonomi.
"Ada usulan di salah satu pasal terkait dengan tempat umum diizinkan (menjual rokok) dengan syarat-syarat tertentu," ujar Farah kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).
Ia menuturkan, salah satu usulan yang dibahas dalam Pansus adalah tetap mengizinkan penjualan rokok di tempat umum dengan syarat tertentu.
Tujuannya agar bisa menjaga kontribusi sektor tersebut terhadap PAD, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatif rokok.
"Harapannya supaya tidak ada pemutusan rantai ekonomi atau juga pembatasan terhadap penjualan rokok," jelas Farah.
Ia juga menjelaskan, aspirasi tersebut juga datang dari masyarakat dan eksekutif setelah menerima informasi terdapat penurunan APBD 2026 dampak dari pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH).
Meski demikian, Anggota Komisi E itu menegaskan, masyarakat khususnya para pelaku usaha tak perlu khawatir akan potensi kehilangan pendapatan dari penjualan rokok. Sebab, Jakarta tetap memiliki potensi sumber PAD lain seperti pariwisata dan kuliner.
Melalui pembahasan itu, ia berupaya menyeimbangkan kepentingan kesehatan masyarakat dengan keberlangsungan ekonomi daerah.
Dengan itu, regulasi yang dihasilkan tidak hanya menekan angka perokok tetapi juga menjaga stabilitas PAD dan keberlangsungan UMKM.
"Jadi ini mungkin salah satu upaya supaya penjualan rokok tetap diberlakukan, ekonomi kita tetap hidup, UMKM kita tetap hidup," tandas Farah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








